Breaking News:

Tersangka Korupsi Dana Hibah Miliaran Rupiah, Bendahara KONI Tangsel Ditahan di Rutan Serang 20 Hari

tersangka kasus korupsi dana hibah, Bendahara Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Tangerang Selatan (Tangsel), Suharyo

Penulis: Jaisy Rahman Tohir | Editor: Wahyu Aji
Tersangka Korupsi Dana Hibah Miliaran Rupiah, Bendahara KONI Tangsel Ditahan di Rutan Serang 20 Hari
TRIBUNJAKARTA.COM/JAISY RAHMAN TOHIR
Bendahara KONI Tangsel, Suharyo mengenakan rompi tahanan Kejari Tangsel, saat keluar kantor Kantor Kejari Tangsel, Jalan Promoter, Serpong, Jumat (4/6/2021).

Laporan Wartawan TribunJakarta.com Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, SERPONG - Menjadi tersangka kasus korupsi dana hibah, Bendahara Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Tangerang Selatan (Tangsel), Suharyo, ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Serang selama 20 hari.

Kepala Kejari Tangsel, Aliansyah, mengatakan, penahanan Suharyo yang sudah ditetapkan tersangka korupsi itu guna proses penyidikan.

Suharyo ditahan berdasarkan Surat Perintah Penahanan Tingkat Penyidikan Nomor : PRINT- 1787 /M.6.16/06/2021 tanggal 4 Juni 2021.

Baca juga: Jadi Tersangka Kasus Korupsi, Bendahara KONI Tangsel Diduga Manipulasi LPJ Dana Hibah Rp 1,1 Miliar

"Sudah kita tetapkan tersangka lalu mulai hari ini dilakukan penahanan rutan di Rutan Serang selama 20 hari mulai tanggal hari ini," ujar Aliansyah saat konferensi pers di Kantor Kejari Tangsel, Jalan Promoter, Serpong, Jumat (4/6/2021).

Aliansyah, mengatakan, kerugian negara akibat penyelewengan dana yang diperuntukkan bagi kemajuan olahraga Tangsel itu sebesar Rp 1.122.537.028.

Suharyo diduga telah memanipulasi laporan pertanggungjawaban dana hibah sebesar Rp 1,1 miliar lebih itu dari total Rp 7,8 dana hibah KONI tahun 2019.

Baca juga: Kejari Tetapkan Bendahara KONI Tangsel Tersangka Dugaan Korupsi Dana Hibah Miliaran Rupiah

Baca juga: Penghuni Rumah Lawan Covid-19 Tangsel Melonjak 100 Persen Pasca-Libur Lebaran

"Bahwa dalam penyidikan terungkap peran tersangka inisial SHR menjabat selaku bendahara KONI Kota Tangerang Selatan melakukan manipulasi terhadap laporan pertanggungjawaban dana hibah KONI Tangerang Selatan Tahun 2019 dan mengakibatkan kerugian keuangan negara/daerah sebesar Rp. 1.122.537.028," ujar Aliansyah.

Suharyo disangkakan Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Jo Pasal 18 Undang-Undang RI Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Seperti diberitakan TribunJakarta.com sebelumnya, kasus dugaan korupsi dana hibah KONI Tangsel tahun 2019 bermula saat pihak Kejari mulai menggeledah kantor KONI Tangsel yang berlokasi di Jalan Permai VI blok AX7 nomor 19 Pamulang yang dimulai sejak pukul 11.45 WIB sampai pukul 16.30 WIB, 8 April 2020.

Baca juga: Wali Kota Tangsel Buka Suara Soal Dugaan Korupsi Dana Hibah KONI, Benyamin: Saya Prihatin

Baca juga: Kerugian Negara Kasus Dugaan Korupsi KONI Tangsel Capai Miliaran Rupiah, Kejari Sudah Kantungi Nama

Penggeledahan didasari pada Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejaksaan Negeri Tangerang Selatan Nomor : PRINT 610/M.6.16/Fd.1/03/2021 tanggal 1 Maret 2021.

Hampir lima jam penyidik pidana khusus Kejari Tangsel memeriksa seisi kantor sekretariat tersebut didampingi pejabat KONI Tangsel

Sebanyak 130 eksemplar berbagai dokumen disita dari kantor KONI Tangsel.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved