Breaking News:

Waketum Tidar Ajak Parpol Edukasi Masyarakat Soal Pancasila

Untuk itu, dia mengajak semua pihak, termasuk partai politik untuk menyampaikan nilai-nilai Pancasila secara menyeluruh

Editor: Muhammad Zulfikar
KOMPAS/TOTO SIHONO
Ilustrasi Pancasila 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila, Tunas Indonesia Raya (TIDAR) sayap pemuda Partai Gerindra mengadakan event RADAR (Ragam Aktualiasi Tidar) dengan tema "Keadilan Sosial Untuk Siapa?".

Wakil Ketua Umum TIDAR, Andy Wijaya mengatakan, sebenarnya tema ini berulang kali didiskusikan. Namun, dia menilai hal itu perlu dilakukan terus dan disampaikan secara menyeluruh. Sebab, berdasarkan catatannya nilai-nilai Pancasila yang disampaikan hanya sebagian.

"Pancasila makin hari semakin digaungkan lebih sempit, ini pernyataan saya. Jadi saya melihat saat ini Pancasila ruangnya dipersempit, yang muncul di permukaan," kata Andy dalam keterangannya, Jumat (4/6/2021).

Sebenarnya, kata Andy, Pancasila itu luas. "Tapi yang muncul di permukaan di publik, seolah-olah Pancasila untuk menaungi keberagaman, menaungi kebhinekaan, merekatkan persatuan saja, itu tidak salah, itu betul sekali. Dan Memang pancasila salah satunya persatuan Indonesia. Tapi tidak hanya berhenti disitu. Banyak ruang lain yang perlu Pancasila hadir," ujarnya.

Baca juga: Dengan Spirit Pancasila dan Gotong Royong, UKI Optimis Indonesia lewati Pandemi Covid-19

Baca juga: Politikus PKB Nilai Hari Lahir Pancasila Momentum Wujudkan Keadilan Sosial

Baca juga: Hari Lahir Pancasila, Politikus Golkar: Generasi Muda Harus Tahu Sejarah Kehebatan Pendiri Bangsa

Wakil Ketua Umum TIDAR, Andy Wijaya
Wakil Ketua Umum TIDAR, Andy Wijaya (Istimewa)

 

 

 

Menurut Andy kedepan Pancasila harus disampaikan secara menyeluruh. Untuk itu, dia mengajak semua pihak, termasuk partai politik untuk menyampaikan nilai-nilai Pancasila secara menyeluruh. Sehingga, makna Pancasila yang muncul di publik tidak sebagian saja.

"Nah ini menurut saya perlu juga kita melakukan edukasi kepada masyarakat. Tujuan Parpol salah satunya adalah pendidikan politik, tapi pendidikan politik yang bener. Yang seluas-luasnya yang menyeluruh. Jadi masyarakat memahami, jadi tidak hanya pemersatu saja," tutur Andy.

Kurang teredukasinya Pancasila, menurut Andy, tersirat saat terdapat beberapa pihak yang menyebut tanggal 1 Juni merupakan Hari Kesaktian Pancasila. Padahal, 1 Juni diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila, sementara Hari Kesaktian Pancasila diperingati setiap tanggal 1 Oktober. "Ini kan sebuah ironi yang perlu diluruskan," kata Andy.

Dengan demikian, Andy kembali mengingatkan semua pihak untuk menyampaikan nilai-nilai Pancasila secara menyeluruh. Sehingga kedepan masyarkat bisa memahami Pancasila secara utuh. (*)

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved