Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di DKI

Satgas Tunggu Hasil Uji Laboratorium Klaster di Cilangkap Adalah Varian Covid-19 India

Satgas Tunggu Hasil Uji Laboratorium Klaster di Cilangkap Adalah Varian Covid-19 India

Penulis: Bima Putra | Editor: Erik Sinaga
TribunJakarta/Bima Putra
Permukiman warga RT 03/RW 03 Kelurahan Cilangkap saat pemberlakuan mikro lockdown tahap dua, Cipayung, Jakarta Timur, Minggu (6/6/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPAYUNG - Satgas Covid-19 Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur belum bisa memastikan apa kasus 111 warga RT 03/RW 03, Kelurahan Cilangkap yang terkonfirmasi disebabkan varian Covid-19 asal India.

Camat Cipayung Fajar Eko Satrio mengatakan pihaknya masih menunggu hasil uji laboratorium dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta guna memastikan klaster terkait varian Covid-19 India atau bukan.

"Belum ada informasi terkait varian Covid-19 dari India. Masih menunggu hasil uji laboratorium dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta," kata Fajar di Cipayung, Jakarta Timur, Minggu (6/6/2021).

Uji laboratorium dimaksud menggunakan metode Whole Genome Sequencing (WGS) yang mampu mendekteksi varian Covid-19 dan untuk sekarang hanya bisa dilakukan di sejumlah laboratorium.

Dalam hal ini Dinas Kesehatan DKI Jakarta sudah mengirimkan spesimen swab warga RT 03/RW 03 Kelurahan Cilangkap yang terkonfirmasi Covid-19 untuk diuji menggunakan metode WGS.

Baca juga: Mikro Lockdown Tahap II di Cilangkap, 28 Warga Masih Terkonfirmasi Covid-19

Baca juga: Berawal Bau Tak Sedap, Warga Temukan Wanita Paruh Baya Tewas dalam Kontrakan di Depok

"Sekarang total kasus aktif Covid-19 di RT 03/RW 03 sebanyak 28 kasus. Tapi sudah tidak ada yang menjalani isolasi mandiri di rumah. Semuanya dirujuk ke RS, ada di RS Darurat Wisma Atlet, dan RS lain," ujarnya.

Meski sudah terjadi penurunan kasus aktif Covid-19 Fajar menuturkan mikro lockdown atau pengendalian ketat berskala lokal (PKBL) masih diberlakukan di permukiman warga RT 03/RW 03.

Micro lockdown yang berlangsung hingga 14 Juni 2021 ini merupakan tahap kedua, sebelumnya pemberlakuan tahap satu berakhir pada tanggal 2 Juni 2021 dengan kasus aktif Covid-19 90 kasus.

"Karena sekarang sudah tidak ada lagi warga yang isolasi mandiri di rumah jadi dapur umum untuk keperluan logistik warga ditutup. Tapi mikiro lockdown masih tetap diberlakukan," tuturnya.

Selama mikro lockdown berlaku akses keluar masuk warga dibatasi anggota Satgas Covid-19 RW 03, penyemprotan disinfektan pun rutin dilakukan guna mencegah penularan Covid-19.

Baca juga: Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 17 Dibuka: Simak Cara Daftar dan Besaran Insentif yang Didapat

Sebelumnya dugaan klaster Covid-19 di RT 03/RW 03 Kelurahan Cilangkap disampaikan Kepala Bidang Pencegahan dan Penanganan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dwi Oktavia

"Ya betul karena kan gitu, kasus yang cepat itu kok klasternya cepat banget. Kan bagian yang menjadi kewaspadaan kita jangan-jangan (varian India), sehingga diperiksa," kata Dwi, Senin (31/5/2021).

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved