Breaking News:

Pengurus KONI Sebut Kasus Korupsi Dana Hibah Ganggu Mental Atlet Persiapan Porprov

Kasus korupsi dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Tangerang Selatan (Tangsel), mengganggu persiapan para atlet.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Muji Lestari
Kejari Tangsel
Ilustrasi: Tim Penyidik Kejari Tangsel menggeledah kantor KONI Tangsel yang berlokasi di Jalan Permai VI blok AX7 nomor 19 Pamulang. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com Jaisy Rahman Tohir 

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG SELATAN - Kasus korupsi dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Tangerang Selatan (Tangsel), mengganggu persiapan para atlet dalam menyongsong Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Banten.

Porprov akan digelar di Kota Tangerang pada tahun 2022 mendatang. 

Sekretaris KONI Tangsel, Mulyono mengatakan, secara psikologis, para atlet dari berbagai cabang olahraga (cabor) terganggu.

"Iya dong (keganggu), pasti secara psikologis, agak terganggu lah, karena apa namanya isu seperti ini gitu ya. Tapi InsyaAllah lah ya kalau semangat teman-teman atlet pasti semangat lah berlatih untuk menyongsong Porprov 2022 di Kota Tangerang," kata Mulyono melalui sambungan telepon, Senin (7/6/2021).

Terlebih, secara teknis, persiapan, pelatihan para atlet juga terpengaruh.

Baca juga: Ustaz Syam Minta Maaf Kepeleset Lidah Ngomong Jorok, Dewi Persik Tertawa: Dimaklumi, Kita Manusia

Pasalnya, sampai saat ini dana pembinaan belum cair imbas korupsi dana hibah KONI Tangsel tahun 2019 itu. 

"Iya, iya mengganggu mekanisme, contoh begini kan, uang pembinaan biasanya sudah turun ini belum turun. Ini kan mengganggu juga ke mereka biasa dapat uang pembinaan dari kami gitu kan, transport dia, vitaminnya, terganggu kan."

Bendahara KONI Tangsel, Suharyo, berbincang dengan Kajari Tangsel, Aliansyah, di Kantor Kejari Tangsel, Jalan Raya Promoter, Serpong, Jumat (4/6/2021).
Bendahara KONI Tangsel, Suharyo, berbincang dengan Kajari Tangsel, Aliansyah, di Kantor Kejari Tangsel, Jalan Raya Promoter, Serpong, Jumat (4/6/2021). (TRIBUNJAKARTA.COM/JAISY RAHMAH TOHIR)

"Tapi pada intinya namanya orang olahraga itu berjiwa ksatria lah, tujuan prestasi saja. Walaupun terganggu secara psikologis, saya akui seperti itu," papar Mulyono.

Seperti diberitakan TribunJakarta.com sebelumnya, Kejaksaan Negeri (Kejari) Tangsel menetapkan Bendahara KONI Tangsel, Suharyo, sebagai tersangka kasus korupsi dana hibah KONI Tangsel 2019.

Baca juga: Keberanian Bocah 8 Tahun Lawan Pelaku Pelecehan Seksual, Korban Sempat Dilempar dari Kereta Api

Baca juga: Ketahuan Tidur di Rumah Istri Orang, Oknum Polisi Digerebek Teman Kerja dan Suami Selingkuhannya

Baca juga: Terduga Pelaku Pelecehan Seksual di Dalam KRL Mengelak 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved