Breaking News:

Pedagang Bakso di Bekasi Mengeluh ke Pemerintah Pasokan Daging Sapi Kerap Tak Stabil

Papmiso mengeluh ke Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto terkait pasokan daging yang kerap tak stabil.

Istimewa/Humas
IstimewaWakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto (tengah) saat hadir dalam kegiatan silaturahmi Bakso Kumis Grup Papmiso di Bekasi, Selasa (8/5/2021). 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Pelaku usaha yang tergabung dalam Paguyuban Pedagang Mie dan Bakso (Papmiso), mengeluh ke Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto terkait pasokan daging yang kerap tak stabil.

Hal ini disampaikan dalam forum pertemuan Bakso Kumis Grup di Grha Hartika, Jalan Kemakmuran, Kelurahan Margajaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Selasa (8/6/2021).

Bambang Haryanto selaku Sekjen Papmiso menyampaikan langsung ke Wakil Wali Kota Bekasi yang hadir sebagai tamu undangan dalam acara tersebut.

"Kami pelaku usaha mi dan bakso Kota Bekasi ingin minta solusi ke Pak Wakil, terkait minimnya pasokan daging dari importir dan lonjakan harga daging sapi setiap menjelang hari raya besar," kata Bambang.

Baca juga: Ungkap Kasus Begal Alat Vital di Depok, Polisi Menggali Keterangan dari Tiga Saksi

Bambang menjelaskan, berdasarkan hasil survey ke pedagang mi dan bakso di Kota Bekasi, kebutuhan pasokan daging setiap harinya mencapai 14 ton.

"Kebutuhan bahan pokok daging sapi di Kota Bekasi itu mencapai 14 Ton perhari, angka tersebut bukan kebutuhan saat hari raya," ucapnya.

"Beda lagi kalo menjelang hari raya, maksud saya hal demikian jangan sampai menjadi budaya di Kota Bekasi, pasokan daging sedikit yang akhirnya hargapun melambung tinggi," tuturnya.

Menanggapi hal tersebut, Tri mengaku Pemerintah Kota Bekasi terus berupaya untuk tetap menstabilkan segala macam harga kebutuhan pokok termasuk daging sapi.

Baca juga: Jelang HUT ke-494 DKI, Petugas PPSU Ini Bikin Video Klip Tentang Bangkit dari Pandemi Covid-19

Namun, permasalahan harga daging sapi tidak hanya terjadi Kota Bekasi. Tetapi hampir di setiap daerah karena hal itu berkaitan dengan kebijakan import.

"Pemerintah Kota Bekasi melalui dinas terkait dan stakeholder terus mengupayakan agar harga daging terus stabil dipasaran," kata Tri.

Disamping itu, Tri juga meminta agar Papmiso dapat menjadi sebuah wadah yang lebih legal dengan membentuk badan hukum seperti asosiasi koperasi.

Baca juga: Harga Daging di Pasar Kota Depok Mulai Turun Pasca Lebaran 2021

"Silahkan bentuk koperasi dan legalitas asosianya, dengan demikian, selain Pemerintah dapat memonitoring perkembangan pasar, saat ada kendalapun dapat langsung kita komunikasikan ke Kementrian terkait," ujar Tri.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved