Breaking News:

5.000 WNA Beraktivitas di Tangerang, Pihak Hotel Dinilai Defensif Saat Ditanya Petugas Imigrasi

Padahal, menurut Liza, memberikan data penghuni orang asing adalah kewajiban pengelola penginapan yang diatur Undang-undang Keimigrasian.

Penulis: Ega Alfreda | Editor: Muhammad Zulfikar
TribunJakarta.com/Ega Alfreda
Kepala Kantor Imigrasi Non TPI Kelas I Tangerang, Felucia Sengky Ratna saat ditemui di kantornya soal sosialisasi kepada pihak hotel di Tangerang, Rabu (9/6/2021). 

Sebab berdasarkan data yang ada, orang asing paling nyaman memilih hunian apartemen untuk melakukan tindak pidana dan rencana busuknya.

Seperti yang diungkapkan, Kepala Bidang Perizinan dan Informasi Keimigrasian Kanwil Kemenkumham Banten, Toto Suryanto.

Kata dia, tindak kriminal yang dilakukan orang asing paling sering terjadi di apartemen.

"Orang asing ini paling nyaman tinggal di apartemen, makanya tindak kriminal juga sering kali dilakukan orang asing di apartemen. Seperti peredaran narkoba, prostitusi, dan lainnya," kata Toto.

Makanya, untuk meminimalisir hal tersebut terjadi di daerah Tangerang, sebanyak 35 pengelola hotel, apartemen dan penginapan dikumpulkan.

Sehingga, saat mereka enggan dikunjungi dengan alasan kenyamanan penghuni apartemen lainnya, maka cukup melaporkan data orang asing di Aplikasi Pelaporan Orang Asing (APOA).

"Tinggal laporkan saja karena cukup mudah, tidak perlu dan tidak harus ditutup-tutupi," tandas Toto.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved