Breaking News:

Diduga Dikeroyok Debt Collector di Tebet, Sopir Taksi Online Gugat Perusahaan Leasing

Noer Ally menjelaskan, dugaan pengeroyokan terhadap Dwi Cahyo bermula saat sepeda motor Honda Beat milik kliennya dirampas.

Penulis: Annas Furqon Hakim
Editor: Muhammad Zulfikar
TribunJakarta.com/Annas Furqon Hakim
A Noer Ally, kuasa hukum sopir taksi online yang diduga dikeroyok debt collector, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (9/6/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, PASAR MINGGU - Sopir taksi online bernama Dwi Cahyo Afrianto yang diduga menjadi korban pengeroyokan debt collector di kawasan Tebet berupaya mencari keadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Ia menggungat pihak perusahaan leasing yang mempekerjakan debt collector terduga pelaku pengeroyokan.

Kuasa hukum Dwi Cahyo, A Noer Ally mengatakan, sidang gugatan dengan nomor perkara 882/Pdt.G/2020/PN.JKT.SEL itu telah bergulir sejak 11 November 2020.

Namun, ia menyebut persidangan kerap dan ditunda. Dalam sidang lanjutan yang digelar pada Rabu (9/6/2021), Hakim juga menunda persidangan.

"Hari ini seharusnya mendengarkan keterangan dari kami selaku penggugat, tapi ditunda. Rencananya ada 3 saksi, 1 saksi mengetahui dan 3 saksi korban," ujar Noer Ally di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (9/6/2021).

Baca juga: Jasad Bayi Diduga Hubungan Sedarah Ditemukan di Bintara Bekasi, Pelaku Tinggal Tak Jauh dari Lokasi

Baca juga: Didemo Mundur dari Jabatan, Dirut Transjakarta Bantah Bus Mogok dan Gunakan Ban Vulkanisir

Baca juga: Cerita Pengemudi Ojoek Online Antre 2,5 Jam Demi BTS Meal McDonalds

Noer Ally menjelaskan, dugaan pengeroyokan terhadap Dwi Cahyo bermula saat sepeda motor Honda Beat milik kliennya dirampas.

Noer Ally mengakui kliennya menunggak pembayaran cicilan mobil Honda Mobilio karena terdampak pandemi Covid-19.

"Jadi saat ingin mengkonfirmasi soal penarikan paksa seunit sepeda motor Beat karena tidak ada kaitannya dengan perjanjian kredit, klien kami malah diusir dan dianiaya oleh para penagih utang. Sampai saat ini, para pelaku penganiayaan dan pengeroyokan sehingga menyebabkan klien kami terluka, tidak diproses sebagaimana mestinya," terang dia.

Kasus dugaan pengeroyokan ini sebelumnya juga telah dilaporkan ke Polsek Tebet dengan nomor LP/K/37/V/2020/Sek.Tebet.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved