Breaking News:

Kartini Peradi Berikan Penyuluhan Hukum kepada Warga Binaan Lapas Perempuan Kelas II A Tangerang

penyuluhan ini merupakan salah upaya mewujudkan amanat Undang-Undang (UU) Advokat Nomor 18 Tahun 2003, yakni advokat wajib memberikan probono

Istimewa
Pengurus DPN PERADI bidang PPAD (Perlindungan Perempuan, Anak dan Disabilitas) 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Tak jarang narapidana kembali melakukan tindak pidana setelah bebas dari lembaga pemasyarakatan akibat berbagai faktor. Persoalan ini memerlukan andil berbagai elemen, baik itu lembaga dan individu sesuai kompetensinya masing-masing.

Banyak faktor yang berpotensi membuat seorang mantan warga binaan atau narapidana kembali melakukan kesalahan melanggar hukum, mulai dari kondisi ekonomi‎ hingga minimnya pengetahuan dan kesadaran hukum.

‎Untuk itu, Wakil Ketua Umum DPN Peradi‎ Bidang Perlindungan Perempuan, Anak, dan Disabilitas, Srimiguna memberikan penyuluhan hukum bertajuk "Kartini Peradi Peduli terhadap Warga Binaan Perempuan"‎ kepada warga binaan Lapas Perempuan Kelas II A Tangerang, Banten.

‎"Untuk (penyuluhan) sekarang tentang narkoba, yang selanjutnya mungkin KDRT, atau masalah lain terkait perempuan dan anak," kata advokat yang akrab disapa Srim ini kepada wartawan, di Jakarta, Rabu (9/6/2021).

‎Ia menjelaskan, penyuluhan ini merupakan salah upaya mewujudkan amanat Undang-Undang (UU) Advokat Nomor 18 Tahun 2003, yakni advokat wajib memberikan probono kepada masyarakat sebagaimana Pasal 22.

"Tugas Peradi adalah menambah ilmu terkait hukum agar jangan sampai Ibu-Ibu semua mengulangi hal yang sama," katanya.

Srimiguna melanjutkan, Peradi yang mempunyai 123 cabang tersebar di berbagai daerah, siap memberikan pendampingan hukum bagi masyarakat yang kurang mampu melalui jalur probono.

Menurutnya, jika Ibu-ibu yang tidak mampu nanti kembali ke masyarakat setelah menjalani pembinaan di Lapas Perempuan Tangerang, bisa meminta bantuan atau kosultasi seputar hukum ke Pusat Bantuan Hukum (PBH) Peradi.

"Jadi nanti kalau Ibu-ibu di luar (bebas), terkait masalah anak, terkait masalah perempuan, siIakan datang ke PBH Peradi. Konsultasikan," tuturnya.

Baca juga: PBH Peradi Pusat Gencarkan Baksos di Akhir Ramadan, Fokus Perekonomian Masyarakat Terdampak Covid-19

Baca juga: Momen Langka di Ujian Advokat PERADI 2021, Pertama Kalinya Difabel Mengikuti UPA

‎Sementara itu, Kepala Seksi Bimbingan Narapidana (Kasibinapi) Lapas Perempuan Kelas II A Tangerang, Nuraini Prasetyawati, mewakili Kalapas Esti Wahyuningsih, menyampaikan, saat ini total penghuni atau narapidana di Lapas ini sebanyak 342 orang.

Halaman
12
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved