Breaking News:

Pemberian Gelar Professor Kehormatan Kepada Kepala Negara Dinilai Hal yang Wajar

Pemberian gelar professor kehormatan atau 'professor honoris causa' kepada kepala negara itu hal yang wajar.

ISTIMEWA
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri saat memberikan amanat kepada sekitar 5.000 kader dan simpatisan PDI Perjuangan dalam acara Jambore Kader Komunitas Juang se- Jawa Tengah di Gor Satria Purwokerto, Banyumas, Minggu (10/2/2019). 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Pemberian gelar professor kehormatan atau 'professor honoris causa' kepada kepala negara itu hal yang wajar. Perdana Menteri India M Singh pada tahun 2005 memperoleh gelar profesor kehormatan di bidang keamanan energi dari Universitas Negeri Moskow (Moscow State University). Penganugerahan itu bentuk apresiasi terhadap kebijakan dan dedikasi Singh di sektor energi.

Hal itu dikatakan oleh Analis Politik yang juga Direktur Lembaga Pemilih Indonesia, Boni Hargens.

Menurutnya, di Indonesia, ada banyak tokoh dalam sejarah yang berjasa dalam banyak bidang. Presiden Soekarno, selain salah satu founding fathers bangsa Indonesia, juga berjasa mendorong terciptanya perdamaian dunia pada era Perang Dunia II melalui Gerakan Non-Blok. Moh Hatta, seorang pendiri dan pemikir besar bangsa Indonesia.

"Panglima Besar Jenderal  Soedirman berjasa dalam mempelopori sejarah lahirnya kekuatan militer modern Indonesia yang benar-benar berasal dari laskar rakyat, bukan militer ciptaan kolonial," kata Boni, Rabu (9/6/2021).

Sayangnya kata Boni, terhadap para tokoh besar seperti ini pada jamannya belum ada yang berpikir untuk memberikan penghargaan serupa. Itu sebabnya, ia mengapresiasi Universitas Pertahanan (Unhan) kepada Presiden ke-6 RI Ibu Megawati Soekarnoputri merupakan teladan akademik yang amat berharga.

Menurutnya, Unhan menunjukkan adanya komitmen etis dari dunia kampus  dalam mendukung tokoh yang berjasa dalam membangun masyarakat, bangsa dan negara. Itu  bagian sentral dari Tridarma perguruan tinggi.

Baca juga: Momen Istimewa Pertemuan Dua Sahabat, Megawati dan Prabowo Saat Meresmikan Patung Bung Karno

Baca juga: Siapa Opa Koesno Berani Gendong Megawati Soekarnoputri? Ini Cerita Masa Tua Istri Ajudan Bung Karno

"Ibu Mega sosok yang besar. Jasa beliau dalam membangun modernisasi demokrasi telah menghasilkan kemajuan besar. Mekanisme pemilihan langsung adalah inisiasi beliau. Masih banyak jasa Bu Mega, termasuk yang saat ini diapresiasi oleh Unhan," tuturnya.

Maka kata Boni, kita perlu berterimakasih kepada rektor Unhan Prof Octavian yang cemerlang. Di tangan beliau, Unhan menjadi entitas ilmiah yang unggul sambil menjaga spirit nasionalisme dan pertahanan negara. Dengan menghargai tokoh seperti Ibu Mega, Unhan kelihatan jeli dan peduli dengan perkembangan bangsa dan negara.

"Saya sendiri berharap, makin banyak universitas memberikan penghargaan macam ini kepada para tokoh yang terbukti memberi kontribusi bagi kepentingan umum. Misalnya, setelah 2024, ada universitas yang mengikuti teladan Unhan dengan memberikan apresiasi yang sama kepada Presiden Joko Widodo," ujarnya.

Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved