Breaking News:

Sejumlah Senjata Tajam dan 26 Orang Diamankan Polisi Pascabentrokan Dua Ormas di Bekasi

Polisi mengamankan 26 orang dari bentrokan ormas Pemuda Batak Bersatu (PBB) dengan Gerakan Muslim Penyelamat Aqidah (Gempa).

Istimewa
Massa ormas berkumpul di Mapolres Metro Bekasi Kota pada Selasa (8/6/2021) malam. 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Polisi mengamankan 26 orang dari bentrokan ormas Pemuda Batak Bersatu (PBB) dengan Gerakan Muslim Penyelamat Aqidah (Gempa).

Keterangan tersebut disampaikan  Wakil Kapolres Metro Bekasi Kota AKBP Alfian Nurrizal.

"Saya sampaikan kuasa hukum PBB percayakan kepada polisi karena kita sudah amankan 26 yang dari Gempa untuk kita lakukan penyelidikan," kata Alfian, Rabu (9/6/2021).

Puluhan orang yang diamankan ini berkaitan dengan insiden awal yang terjadi di daerah Narogong, Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Rawalumbu, Selasa (8/5/2021) malam.

Namun di malam yang sama, massa dari PBB sempat menggeruduk Mapolres Metro Bekasi Kota, Jalan Pramuka, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi.

Baca juga: Sama-sama Ingin Jenguk, Kubu Pacar dan Mantan Pacar Bentrok di Rumah Sakit buat Polisi Turun Tangan

Di sana, massa sempat terprovokasi dan meminta agar pimpinan dari Ormas Gempa serta orang yang telah diamankan dihadirkan di tengah-tengah kerumunan.

"Tapi semalam sempat ada provokasi minta dihadirkan ketua (Gempa) dan pelakunya, kalau kita hadirkan di tengah-tengah massa, itu akan menghakimi sendiri, itukan tidak baik," tegas Alfian.

Polisi akhirnya mengambil tindakan tegas, massa dari kelompok PBB dibubarkan secara paksa dari Mapolres Metro Bekasi Kota.

"Memang sempat memicu untuk provokasi makanya karena situasi pandemi juga jangan sampai ada klaster kita dorong untuk membubarkan diri," terangnya.

Baca juga: Tidak Mampu Bayar Cicilan, Seorang Ibu di Bekasi Minta Bantuan Ormas Hingga Terjadi Bentrokan

Selain mengamankan 26 orang, polisi juga menyita sejumlah alat bukti berupa senjata tajam, kayu serta saksi-saksi.

"Kita sampaikan agar mempercayakan pengamanan kasus kepada polisi, kita sudah amankan alat bukti dari saksi, pelaku, barang bukti kayu, senjata tajam," paparnya.

Adapun pemicu bentrokan antara dua kelompok ormas terkait utang piutang, warga bernana Ika meminjam uang ke sebuah koperasi yang punya kaitan dengan ormas PBB.

Baca juga: Gesekan Dua Ormas di Bekasi Terjadi Tadi Malam, Polisi: Salah Paham Mengenai Utang Piutang

Uang yang dipinjam sebesar Rp3,5 juta dengan cicilan Rp700.000 selama tujuh kali pembayaran, tapi karena suatu hal peminjam uang tidak sanggup membayar.

Ketika ditagih, warga peminjam uang meminta bantuan ke ormas Gempa hingga menyebabkan bentrokan. Saat itulah insiden penganiayaan terjadi di daerah Narogong, Kelurahan Pengasinan, Rawalumbu.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved