Breaking News:

BREAKING NEWS Ketua KONI Tangerang Selatan Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Dana Hibah

Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Tangerang Selatan (Tangsel), Rita Juwita, resmi ditetapkan sebagai tersangka

TribunJakarta.com/Jaisy Rahman Tohir
Ketua KONI Tangsel, Rita Juwita, usai ditetapkan tersangka kasus korupsi dana hibah, di Kantor Kejari Tangsel, Jalan Raya Promoter, Serpong, Kamis (10/6/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com Jaisy Rahman Tohir 

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPUTAT - Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Tangerang Selatan (Tangsel), Rita Juwita, resmi ditetapkan sebagai tersangka dugaan kasus korupsi dana hibah tahun 2019, oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Tangsel, hari ini Kamis (10/6/2021).

Hal itu diungkapkan langsung Kepala Kejari Tangsel, Aliansyah di kantornya, Jalan Raya Promoter, Serpong.

Sebelum Rita, Suharyo yang merupakan bendahara KONI Tangsel sudah lebih dulu ditetapkan sebagai terangka pada Jumat (4/6/2021) lalu.

"Pada saat ini kami sampaikan semua bahwa pada hari ini Kamis 10 Juni 2021, tim penyidik Kejaksaan Negeri Kota Tangerang Selatan yang dipimpin oleh Kasi Pidsus telah melakukan pengembangan penyidikan perkara atas nama tersangka Bendahara KONI, Pak Suharyo yang sama-sama kita ketahui pada Hari Jumat tanggal 4 Juni 2021 kemarin kita tetapkan sebagai tersangka."

"Lalu tim penyidik melakukan pengembangan kasus ini sehingga pada hari ini kita juga menetapkan satu tersangka lagi pada kasus tindak pidana korupsi dana hibah KONI tahun 2019 inisialnya RJ, menjabat sebagai Ketua KONI Kota Tangerang Selatan," papar Aliansyah.

Baca juga: Puluhan Pemotor Tak Bermasker di Jalan Tipar Cakung Kena Hukuman Bersihkan Lingkungan

Baca juga: Polisi Tangkap Wanita yang Tega Buang Bayinya di Dalam Tempat Sampah Rumah Sakit di Depok

Baca juga: Dua Ormas di Bekasi Terlibat Bentrok, Tiga Orang Mengalami Luka

Sama seperti Suharyo, Rita juga diduga turut bertanggung jawab atas kerugian negara dari korupsi dana hibah KONI Tangsel 2019 itu sebesar Rp 1.122.537.028.

"Kerugian negara Rp 1,1 miliar lebih berdasarkan penghitungan kerugian negara oleh Inspekorat Kota Tangerang Selatan," ujar Aliansyah.

Rita disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Jo Pasal 18 Undang-Undang RI Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Rita langsung dipakaikan rompi ping tanda sudah menjadi tersangka kasus korupsi oleh Kejari Tangsel. 

"Ancaman sampai, minimal ya, kalau pasal 3 minimal 1 tahun, kalau pasal 2, 4 tahun," kata Aliansyah.

Mantan Kepala SMP Negeri 4 Tangsel itu ditahan selama 20 hari di Lapas Wanita Tangerang guna proses penyidikan.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved