Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di DKI

Covid-19 Meroket Pascalebaran, Dinas Kesehatan Sebut 2.008 Orang dari 988 Keluarga Positif

Dinas Kesehatan DKI Jakarta menyebut ada kenaikan kasus Covid-19 cukup signifikan setelah libur Idul Fitri 1442 Hijriah.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Wahyu Aji
Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S
Virus Corona 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Dinas Kesehatan DKI Jakarta menyebut ada kenaikan kasus Covid-19 cukup signifikan setelah libur Idul Fitri 1442 Hijriah.

Dari identifikasi klaster mudik yang dilakukan Dinas Kesehatan, hingga 10 Juni ini terdapat 2.008 kasus positif Covid-19.

Hal ini diungkapkan Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dwi Oktavia dalam keterangan yang diterima TribunJakarta.com.

"Kenaikan kasus memang terjadi pascalibur Lebaran. Dari identifikasi klaster mudik hingga 10 Juni, terdapat 2.008 kasus positif dari 988 keluarga," ucapnya, Kamis (10/6/2021).

Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.070 baru teridentifikasi hari ini dari total penambahan kasus 2.096 kasus Covid-19.

Anak buah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ini menyebut, penyebaran Covid-19 di ibu kota cukup merata.

Baca juga: Tertular dari 1 Orang, Lima dari 22 Warga RT 07 RW 05 Utan Kayu Selatan Cuma Isolasi Mandiri

Pasalnya, kasus baru ini ditemukan di 43 kecamatan di DKI Jakarta, kecuali di Kecamatan Kepulauan Seribu Utara.

"Lima kecamatan penyumbang kasus terbanyak adalah Cengkareng 109 kasus, Cipayung 80 kasus, Jagakarsa 80 kasus, Duren Sawit 71 kasus, dan Kebon Jeruk 68 kasus," ujarnya.

Dari jumlah kasus positif ini, sebanyak 760 kasus atau 36 persen tanpa gejala (OTG).

Sedangkan, sebanyak 1.336 kasus lainnya atau 64 persen bergejala, mukai dari ringan hingga berat.

"Bahkan, 232 orang di antaranya harus menjalani perawatan di rumah sakit," tuturnya.

Baca juga: 22 Warganya Positif Covid-19, RT 07 RW 05 Utan Kayu Selatan Terapkan Lockdown Sejak Hari Selasa

Tingginya penambahan kasus ini, kata Dwi, menjadi alarm bagi masyarakat untuk lebih disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan.

"Kami mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan, jangan melonggarkan protokol kesehatan, karena penularan masih terus terjadi," kata dia. (*)

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved