Breaking News:

Dua Ormas di Bekasi Terlibat Bentrok, Tiga Orang Mengalami Luka

Wakil Kapolres Metro Bekasi Kota AKBP Alfian Nurrizal mengatakan, terdapat tiga orang yang menjadi korban luka dalam insiden

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Muhammad Zulfikar
Istimewa
Massa ormas berkumpul di Mapolres Metro Bekasi Kota pada Selasa (8/6/2021) malam. 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Tiga orang menjadi korban luka akibat bentrokan dua kelompok organisasi kemasyarakatan (ormas) di Kota Bekasi.

Polisi memastikan penyelidikan persitiwa tersebut terus berjalan.

Wakil Kapolres Metro Bekasi Kota AKBP Alfian Nurrizal mengatakan, terdapat tiga orang yang menjadi korban luka dalam insiden yang terjadi pada, Selasa (8/5/2021) malam.

"Ada tiga orang luka-luka dari PBB (Persatuan Pemuda Batak)," kata Alfian saat dikonfirmasi, Kamis (10/6/2021).

Alfian memastikan, proses penyelidikan sejauh ini masih berlangsung. Sudah ada 26 orang dari ormas Gempa yang diamankan kepolisian.

Selain itu, kepolisian juga mengamankan alat bukti senjata tajam, kayu yang diduga digunakan untuk melukai korban.

"Sejauh ini proses penyelidikan masih berjalan, alat bikti, saksi sudah kita dapatkan, kita minta semua pihak menyerahkan sepenuh penanganan perkara ke kami," tegasnya.

Baca juga: Polisi Segel McDonalds Stasiun Gambir Imbas Kerumunan Berebut BTS Meal

Baca juga: Petugas Lapas Klas II A Pondok Bambu Gelar Pelatihan Penanggulangan Huru-hara

Baca juga: Jemaah Perempuan Jadi Korban Pencurian di Masjid Kawasan RS Fatmawati, Pelaku Gasak Ponsel dan Uang

Dipicu Perkara Utang Piutang

Wakil Kapolres Metro Bekasi Kota AKBP Alfian Nurrizal mengatakan, isiden bentrokan terjadi pada (8/6/2021) di Jalan Raya Narogong, Pengasinan, Rawalumbu, Kota Bekasi.

Di lokasi tersebut, perselisihan bermula dari warga bernama Ika diminta untuk melunasi hutang oleh sebuah koperasi.

"Itu berawal dari utang piutang, saudari Ika kepada koperasi yang mungkin dimiliki perorangan atau dimiliki Pemuda Batak Bersatu (PBB)," kata Alfian,

Warga bernama Ika meminjam uang sebesar Rp3,5 juta, dicicil sebanyak tujuh kali dengan biaya Rp700.000.

"Ya hasil dari pengakuan sementara dari ibu Ika, sehingga merasa kesulitan melunasi akhirnya dia minta bantuan dari Ormas Gempa (Gerakan Muslim Pembela Aqidah)," jelas Alfian.

Terjadilah percekcokan antara dua kelompok Ormas di daerah Pengasinan tersebut, hingga berujung penganiayaan.

Insiden di Pengasinan tak ada titik temu, kelompok dari Ormas Gempa lalu berniat menyelesaikan masalah di Polres Metro Bekasi Kota.

Namun sesampainya di Polres Metro Bekasi Kota, massa dari Ormas PBB sudah ramai berkumpul di Mapolres, Jalan Pramuka, Marga Jaya, Bekasi Selatan.

"Terjadi cekcok lagi di polres terjadilah penganiayaan di situ," kata Alfian.

Situasi di depan Mapolres Metro Bekasi Kota lanjut Alfian makin tidak kondusif, terdapat sejumlah provokasi yang menyebabkan dua kelompok ormas makin memanas.

Pihak kepolisian kata dia, bertindak tegas, melakukan pembubaran dengan cara menembakkan gas air mata dan tempak peringatan agar massa membubarkan diri.

"Memang sempat memicu untuk provokasi makanya karena situasi pandemi juga jangan sampai ada klaster kita dorong untuk membubarkan diri," tegas Alfian. 

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved