Intip Tren Perawatan dan Perkembangan Kosmetik di Tengah Pandemi Covid-19, Ada Andalanmu?

Terdapat peningkatan minat dan potensi bisnis komestika yang tetap tumbuh meski di tengah pandemi covid-19.

Freepik
Ilustrasi. Tren Perawatan dan Perkembangan Kosmetik di Tengah Pandemi Covid-19. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Terdapat peningkatan minat dan potensi bisnis komestika yang tetap tumbuh meski di tengah pandemi covid-19.

Berdasarkan data-data perijinan yang didapatkan di  BPOM ada kecenderungan peningkatan dari realisasi perijinan notifikasi kosmetik di BPOM, yaitu sekitar di  tahun 2019; 73 ribu notifikasi, kemudian 2020; 75,500 ribu notifikasi.  

Dr.Ir. Penny K. Lukito, MCP, Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan Republik Indonesia menjelaskan, setidaknya terdapat 3 hal fundamental yang menunjukan bahwa potensi untuk pengembangan industri  kosmetika besar yakni proporsi penduduk usia muda Indonesia yang besar, pertumbuhan ekonomi Indonesia  dan penggunaan media sosial di Indonesia yang terus bertumbuh. 

"Badan POM akan terus meningkatkan dukungannya untuk memberikan kemudahan berusaha, dimulai dari  percepatan perizinan, program pendampingan UMKM Kosmetika hingga pemanfaatan digital untuk proses  perizinan," paparnya dalam keterangan pada Kamis (10/6). 

Berdasarkan studi yang dilakukan oleh Kantar Indonesia Divisi Worldpanel dengan judul “To  Diversity And Beyond: Indonesia Beauty Shoppers’ Road To Recovery”, terdapat 5 tren dalam Beauty  Recovery:

Baca juga: Kasus Covid-19 DKI Meroket Lagi, Pasien Positif Hari Ini Tambah 2.096 Orang, Mayoritas Bergejala

(1) Perawatan sendiri dirumah, seperti produk masker, krim mata dan pelembab , dimana total  face care tumbuh 4%,

(2) Masyarakat mencari produk yang lebih mutakhir seperti serum yang menarik +1,1M  pembeli baru,

(3) Smize Generation atau Smiling Through Eyes, yang mendorong pertumbuhan eye make-up  sebesar 29%,

(4) Kebutuhan baru akan produk kosmetika terkait dengan adaptasi kebiasaan baru serta,

(5)  Kenaikan belanja produk kosmetika melalui online channels.

Pada tahap new normal, setelah pemerintah dan masyarakat melakukan beberapa adaptasi dalam hal  peraturan mobilitas dan lainnya, industri produk kecantikan mulai menunjukkan tren positif.

Pemulihan yang  terjadi di kalangan konsumen memiliki tren yang berbeda.

Baca juga: Serba-serbi SIMAK UI 2021, Catat Sederet Hal Harus Dipersiapkan Sebelum Ujian, Jangan Sampai Gagal!

Misalnya, pemulihan di perkotaan besar lebih pesat  untuk produk-produk perawatan wajah, sementara di perkotaan kecil pemulihannya lebih pesat untuk  produk-produk kosmetik.

"Industri kosmetika di Indonesia bisa dijadikan sebagai pendukung pariwisata dan  ekonomi kreatif dengan keberagaman kosmetika Indonesia yang didukung dengan potensi kekayaan bahan  bakunya," tegas Dr. H. Sandiaga Salahuddin Uno, B.B.A., M.B.A., Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik  Indonesia dalam acara Persatuan Perusahaan Kosmetika Indonesia (PERKOSMI).

Sandiaga Uno menuturkan, Kemenparekraf juga turut ambil bagian dalam Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia dengan  harapan dapat meningkatkan konsumsi produksi ekonomi kreatif, membantu berjalannya roda  perekonomian serta UMKM lokal sebagai sarana memasarkan produk kosmetika lokal.

Baca juga: Daftar Lokasi Vaksinasi Corona Bagi Warga DKI Usia 18 Tahun ke Atas, Catat Syaratnya!

Adapun Michael Justisoesetya selaku General Manager Professional Products Division, PT L’Oréal Indonesia menyatakan, pihaknya melakukan berbagai upaya dan advokasi kepada berbagai pemangku  kepentingan untuk memastikan pengusaha dan pekerja salon dapat tetap bertahan di masa pandemi dan  turut merancang strategi bounce back agar dapat bangkit kembali dengan cepat.

“Beberapa Langkah  yang kami lakukan adalah dengan merancang dan mensosialisasikan ‘Protokol Pencegahan Covid-19 Unit  Usaha Salon’ yang menjangkau lebih dari 5000 salon di Indonesia," ucap Michael. 

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved