Breaking News:

Kuota Peserta Didik SMA-SMK Swasta di Depok Sebanyak 18.000, Sementara yang Negeri Hanya 5.685

Dedi Supandi, mengatakan, kuota untuk siswa baru pada jenjang SMA dan SMK di Kota Depok berjumlah 5.685 untuk sekolah negeri, dan 18.000 untuk swasta

TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Dedi Supandi, saat dijumpai wartawan di SMAN 1 Depok, Pancoran Mas, Jumat (11/6/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS - Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Dedi Supandi, mengatakan, kuota untuk siswa baru pada jenjang SMA dan SMK di Kota Depok berjumlah 5.685 untuk sekolah negeri, dan 18.000 untuk swasta.

"Evaluasi saya untuk Depok kuota di Depok yang negeri ada sekitar 5.685 dan swasta ada sekitar 18.000 kuota," kata Dedi saat meninjau pelaksanaan PPDB di SMAN 1 Depok, Pancoran Mas, Jumat (11/6/2021).

"Artinya, memang antara jumlah kuota negeri dengan swasta lebih banyak swasta. Sekolahnya pun negeri hanya 15, SMK nya 4, swasta ada 133," timpalnya.

Kondisi ini, membuat pihaknya melakukan evaluasi dalam pelaksanaan PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) tahun ini.

"Ini bagian dari evaluasi yang harus kita lakukan. Perbedaan tahun ini makanya saya masukkan swasta ini bagian dari pilihan dalam zonasi PPDB. Ada beberapa permasalahan yang tadi kita sudah lakukan evaluasi," katanya.

Dedi mengatakan, pihaknya juga sudah mendengarkan keluhan dari para peserta didik baru.

Keluhan yang disampaikan adalah seputar ketimpangan perbedaan nilai, yang menurutnya hal ini terjadi karena pihaknya membutuhkan 'standar'.

"Saya sampaikan ke teman-teman media ketimpangan itu terjadi sebetulnya karena kita butuh standar. Dullu standarnya adalah ujian nasional sekarang tidak ada ujian nasional, maka diambillah nilai dengan rumus kalibrasi ada dari rapor ranking dan sebagainya," ucapnya.

Baca juga: Tangkap 49 Pelaku Pungli di Tanjung Priok, Polisi Amankan Uang Tunai Jutaan Rupiah

Baca juga: Jumlah Warga Tepapar Covid-19 di Perumahan THB Bekasi Bertambah

Baca juga: Covid-19 di DKI Meroket Hingga 2.000 Kasus Per Hari, Wagub DKI: Angka Kematian Terus Turun

"Tapi ada beberapa yang protes terjadi timpang antara satu sekolah dengan sekolah lain. Saya sampaikan kepada para orang tua siswa jangan resah karena data nilai yang terinput oleh SMP itu adalah baru versi pendaftaran yang nantinya akan dilakukan validasi verifikasi. Artinya data itu belum data final," jelasnya lagi.

Namun demikian, Dedi berujar optimis bahwa pelaksanaan PPDB di Jawa Barat akan berjalan lancar.

"Mudah-mudahan PPDB tahun ini bisa berjalan lebih baik dari tahun kemarin dan kita optimistis bahwa PPDB di Jawa Barat bisa berjalan dengan baik," pungkasnya.

Penulis: Dwi Putra Kesuma
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved