Breaking News:

Protes Jalur Sepeda Road Bike di JLNT, Komunitas Bike to Work Gelar Aksi Black Day Action 

Pemprov DKI tak memiliki landasan hukum yang jelas saat membuka jalur sepeda JLNT, komunitas Bike to Work (B2W) protes keras

TRIBUNNEWS/HERUDIN
Pesepeda road bike melintas di jalan layang non tol (JLNT) Kampung Melayu-Tanah Abang - Pemprov DKI tak memiliki landasan hukum yang jelas saat membuka jalur sepeda JLNT, komunitas Bike to Work (B2W) protes keras 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Keputusan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membuka jalur khusus sepeda road bike di Jalan Layang Non Tol (JLNT) Kampung Melayu - Tanah Abang dikecam habis-habisan komunitas Bike to Work (B2W).

Ketua B2W Poetoet Soedarjanto beralasan, Pemprov DKI tak memiliki landasan hukum yang jelas saat membuka jalur sepeda itu.

Bahkan, ia menyebut, keputusan ini menabrak aturan perundang-undangan yang berlaku.

"Kebijakan harus diberlakukan dengan prinsip kesetaraan dan proporsional sehingga semua jenis moda transportasi harus diperlakukan sama dan setara di jalan raya," ucapnya, Jumat (11/6/2021).

Aturan yang dimaksud Poetoet ialah UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ).

Sejumlah petugas Dinas Perhubungan DKI Jakarta mengusir pesepeda non-road bike di Jalan Layang Non-Tol (JLNT) relasi Kampung Melayu-Tanah Abang, Jakarta Pusat, Minggu (6/6/2021).
Sejumlah petugas Dinas Perhubungan DKI Jakarta mengusir pesepeda non-road bike di Jalan Layang Non-Tol (JLNT) relasi Kampung Melayu-Tanah Abang, Jakarta Pusat, Minggu (6/6/2021). (TRIBUNJAKARTA.COM/MUHAMMAD RIZKI HIDAYAT)

Sebab, JLNT kampung Melayu -Tanah Abang selama hanya boleh dilintasin kendaraan roda empat saja.

Sedangkan, kendaraan roda dua seperti motor, apalagi sepeda tak boleh melintas di sana.

"Bahkan penilangan terhadap pelanggaran tersebut sudah rutin dilakukan, namun dengan adanya aturan baru yang tidak ada landasan hukumnya memperbolehkan sepeda (road bike) melintas, ini justru menimbulkan konflik sosial baru," ujarnya.

Baca juga: Anak Temukan Jasad Ibunya Tertutup Daun, Terkuak Pelakunya Orang Dekat yang Dongkol Gegara Ini

Baca juga: Polrestro Jakarta Timur Amankan 21 Orang Diduga Terkait Aksi Premanisme

Baca juga: Kunjungan Gubernur DKI ke Sumedang Disebut Sangat Strategis: Anies Ingin Jadikan Jabar Lumbung Suara

Aksi protes pun bakal dilakukan komunitas B2W pada Minggu (13/6/2021) di ujung JLNT yang mengarah ke mal Kota Kasablanka, Jakarta Selatan.

Dengan tajuk 'Black Day Action', B2W mengajak seluruh pengguna jalan, baik itu kendaraan roda empat ataupun sepeda motor untuk turut serta dalam aksi yang dimulai pukul 06.00 hingga 07.00 WIB ini.

Bagi yang ingin ikut dalam aksi protes tersebut, komunitas B2W meminta masyarakat mengenakan pakaian hitam sebagai bentuk protes.

Aksi teatrikal tabur bunga di rambu khusus sepeda road bike pun bakal dilakukan sebelum komunitas B2W membacakan pernyataan sikapnya.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Wahyu Septiana
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved