Breaking News:

Tingkatkan Mutu Pendidikan, Nadiem Disarankan Ajukan Wakil Menteri

Keputusan Presiden Joko Widodo untuk melebur Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Kementerian Riset dan Teknologi

Dokumentasi Pribadi
Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Sunanto 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Keputusan Presiden Joko Widodo untuk melebur Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Kementerian Riset dan Teknologi membuat tugas Nadiem Makarim bertambah.

Nadiem disarankan untuk segera mengajukan pendamping, Wakil Menteri kepada Presiden Joko Widodo.

Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah, Sunanto mengatakan, Presiden Jokowi telah menyediakan posisi wakil menteri untuk Nadiem.

Hal tersebut tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 82 Tahun 2019 tentang Kemendikbud.

“Kalau memang sudah ada kebutuhan Perpres-nya kan Mendikbud itu ada wamennya, maksud saya tinggal dijalankan aja Perpres itu ditindaklanjuti untuk membantu Bang Nadiem,” katanya saat dihubungi, Jumat (11/6/2021).

Baca juga: Pemprov DKI Tak Mau Buru-buru Buka Sekolah Meski Didesak Menteri Nadiem

Dia menilai, saat ini Nadiem sedang berusaha dalam membangun dan menanamkan karakter bangsa.

Keterisian posisi wakil menteri ini akan memastikan peningkatan mutu pendidikan dan sumber daya manusia dapat terealisasi.

“Ini bukan soal ego. Tapi soal upaya menjamin kepastian setiap warga negara mendapatkan pendidikan dan peningkatan mudu SDM dan sebagainya,” ujarnya.

Sunanto yang akrab disapa Cak Nanto ini mengungkapkan, sosok yang ideal untuk mengisi posisi wakil menteri ini adalah orang yang bergelut di dunia pendidikan.

Harapannya nantinya akan mengakselerasi peningkatan mutu pendidikan di Indonesia.

“Wamen ini untuk menopang peningkatan atau lompatan pendidikan anak bangsa. Karena kemarin kan ada upaya mendorong percepatan model pendidikan, ini tidak bisa lepas dari budaya dari karakter pendidikan yang ada. Ini bisa dimiliki orang yang bergelut di dunia penddidik,” jelasnya.

“Apalagi sekarang sudah digabung, Perpres saja sudah ada wamen waktu belum ada penggabungan, masih Mendikbud. Sekarang kan sudah digabung, jadi bisa ada dua wamen, satu mengurusi pendidikan dan kebudayaan dan satu lagi ngurusin riset dan teknologi,” kata Cak Nanto.

Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved