Breaking News:

Peluncuran CYPR: Lingkungan Hidup & Pemberdayaan Pemuda Berkelanjutan dalam Konteks Bonus Demografi

Dan bukan tidak mungkin, dampak lebih buruk lagi, Indonesia mengalami kemunduran.

Editor: Wahyu Aji
Peluncuran Centre for Youth and Population Research (CYPR), sebuah lembaga riset yang berfokus pada kepemudaan dan kependudukan. Seminar yang digelar secara daring dan luring, Jumat (11/6) ini mengusung tema “Lingkungan Hidup dan Pemberdayaan Pemuda Berkelanjutan dalam Konteks Bonus Demografi”. 

Untuk menjawab tantangan tersebut, pemberdayaan pemuda dalam kerangka bonus demografi dengan cara membangun pendekatan budaya sadar dan peduli risiko dan menerapkan upaya pengurangan bahaya dapat menjadi salah satu strategi kunci dalam melestarikan lingkungan hidup.

"Perlu kita tekankan pentingnya peran pemuda berdaya dalam melestarikan lingkungan hidup dan pentingnya pelestarian lingkungan dalam memberdayakan pemuda," kata Dedek.

"Indonesia belum mampu melindungi bio diversity. Dari keharusan 30% lautan dan lahan yang terlindungi, baru 17% saja yang mampu dilindungi oleh Indonesia.," kata Prof. Emil Salim yang hadir sebagai pembicara kunci.

Dalam diskusi dengan moderator Andini Effendi, Kepala Lembaga Demografi UI Turro Wongkaren mengatakan bonus demografi jika tidak dimanfaatkan akan menjadi sebuah ‘bencana’ demografi’.

Bagi Indonesia sendiri, masa bonus demografi tersebut terjadi pada rentang 2012-2036 dengan puncaknya di 2020-2024.

Supaya dapat berperan dalam pembangunan, maka pemuda memastikan untuk bekerja dan tidak menjadi beban.

Di sisi lain, meningkatkan sikap positif terhadap pembangunan berkelanjutan, salah satu contohnya dengan menjaga lingkungan hidup.

Perlu adanya perubahan perspektif pemuda dalam memandang lingkungan hidup.

Pemuda sudah saatnya menjadi yang terdepan dalam kebijakan pembangunan berbasis lingkungan, mengingat pola pembangunan modern sudah mulai mengarusutamakan lingkungan dan konsepsi green living.

Gustika Jusuf-Hatta, Co-Director Girl Peace Security, mengatakan bahwa partisipasi pemuda dalam setiap perjalanan sector publik maupun privat jangan hanya sebagai kosmetik. Ada banyak yang masih harus kami kejar.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved