Breaking News:

Peluncuran CYPR: Lingkungan Hidup & Pemberdayaan Pemuda Berkelanjutan dalam Konteks Bonus Demografi

Dan bukan tidak mungkin, dampak lebih buruk lagi, Indonesia mengalami kemunduran.

Editor: Wahyu Aji
Peluncuran Centre for Youth and Population Research (CYPR), sebuah lembaga riset yang berfokus pada kepemudaan dan kependudukan. Seminar yang digelar secara daring dan luring, Jumat (11/6) ini mengusung tema “Lingkungan Hidup dan Pemberdayaan Pemuda Berkelanjutan dalam Konteks Bonus Demografi”. 

Dalam beberapa tahun terakhir, eksternalitas negatif terhadap lingkungan meningkat pesat.

Contohnya ialah penurunan kualitas udara di DKI Jakarta akibat penggunaan batubara pada pembangkit listrik, hingga penumpukan sampah medis terkait dengan penanganan pandemi Covid-19, contohnya masker dan APD sekali pakai yang memerlukan penanganan khusus.

Wahyu Mulyana, Chairperson URDI, menyampaikan bahwa persoalan lingkungan perkotaan saat ini memerlukan kebijakan yang menyentuh hulu dan hilir.

Salah satu strategi yang dapat dilakukan di masa depan adalah meningkatkan pemahaman kaum muda dalam pemeliharaan lingkungan.

Pemuda dan kependudukan seperti satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dalam aras kebijakan pembangunan modern.

Kebijakan lingkungan hidup berbasis kependudukan tentunya akan menempatkan pemuda dalam posisi penting, tidak hanya sebagai objek, namun juga subyek.

Pembina CYPR Andrinof Chaniago, dalam pesan penutup, menyampaikan bahwa bonus demografi menjadi sumber tantangan ganda, baik bagi generasi milenial maupun generasi selanjutnya.

Tantangan tersebut ialah kelebihan penduduk usia produktif dan peningkatan jumlah orang yang mencari pekerjaan, serta kemajuan teknologi digital.

Oleh karena itu, kesempatan kerja harus ditingkatkan, sehingga bonus demografi tersebut tidak terbuang.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved