Breaking News:

Pemkot Jakarta Pusat Beri Waktu 2 Minggu Pemilik Rumah Mewah di Menteng Menguruk Basementnya

Pemkot Jakarta Pusat melalui Suku Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan (CKTRP) memberikan tempo waktu dua minggu kepada pemilik rumah mewah

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Muhammad Zulfikar
TribunJakarta.com/Dionisius Arya Bima Suci
Rumah mewah di kawasan Taman Situ Lembang, Menteng, Jakarta Pusat yang disegel Pemkot Jakarta Pusat, Minggu (13/6/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, MENTENG - Pemkot Jakarta Pusat melalui Suku Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan (CKTRP) memberikan tempo waktu dua minggu kepada pemilik rumah mewah di kawasan Menteng membongkar bangunanya.

Sebab, rumah yang berada di Jalan Lembang Nomor 7 itu dibangun tidak sesuai Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang diterbitkan.

"Kami kasih waktu satu sampai dua minggu," ucap Kepala Seksi Penindakan, Sudin CKTRP Syahruddin, Minggu (13/6/2021).

Imbas dari pelanggaran IMB ini, Pemkot Jakarta Pusat menyegel bangunan yang berada tepat di seberang Taman Situ Lembang, Menteng, Jakarta Pusat ini.

Adapun pelanggaran yang dilakukan ialah soal pembangunan basement rumah seluas 324,75 meter persegi.

Padahal, IMB yang diterbitkan hanya mengizinkan luas basement seluas 198 meter persegi.

"Kami arahkan pemilik bangunan untuk segera menyesuaikan basement. Dia tinggal uruk-uruk itu, kalau dia sudah uruk-uruk itu ya sudah selesai sebenarnya masalahnya," ujarnya saat dihubungi.

Baca juga: Rumah Mewah di Menteng Dua Kali Disegel, Pemilik Menyalahi Izin Mendirikan Bangunan

Baca juga: Diduga Melakukan Pungli, Enam Orang Preman di Duren Sawit Diamankan Polisi

Baca juga: Kafe di Pancoran Buntu Digerebek, Pemilik hingga Biduan Dibawa ke Polres Jakarta Selatan

Pantauan TribunJakarta.com di lokasi, rumah mewah yang berada di Jalan Lembang Nomor 7 itu tampak ditutup menggunakan seng pada bagian depannya.

Pada bagian depan itu terlihat jelas dua buah spanduk berkelir merah mencolok berisi informasi bahwa bangunan itu disegel.

"Bangunan ini disegel," demikian isi spanduk besar berkelir merah itu, Minggu (13/7/2021).

Pada spanduk itu dijelaskan bahwa penyegelan dilakukan lantaran pembangunan rumah itu melanggar sejumlah aturan.

Pertama, Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2014, kemudian, Perda Nomor 7/2010, dan terakhir ialah Peraturan Gubernur Nomor 128/2012.

Dari luar terlihat, pembangunan rumah itu terlihat belum sepenuhnya rampung.

Bahkan, bangunan rumah terlihat masih berupa kerangka dengan bagian lantai dua yang belum memiliki atap.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved