Breaking News:

Bank Sampah Nasi Rames Bantu Ekonomi Warga RW 01 Rawa Bunga Di Tengah Pandemi

Kehadiran bank sampah membantu ekonomi warga RW 01 Kelurahan Rawa Bunga, Jatinegara, Jakarta Timur di tengah pandemi.

Penulis: Nur Indah Farrah Audina | Editor: Erik Sinaga
Istimewa
Kegiatan penukaran sampah di Bank Sampah Nasi Rames oleh warga RW 01 Kelurahan Rawa Bunga, Jatinegara, Jakarta Timur 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, JATINEGARA - Kehadiran bank sampah membantu ekonomi warga RW 01 Kelurahan Rawa Bunga, Jatinegara, Jakarta Timur di tengah pandemi.

Mulai menyadari pentingnya memilah sampah, para warga di RW 01 Kelurahan Rawa Bunga justru meraup pundi rupiah dari sampah yang mereka kumpulkan.

Tak tanggung-tanggung, rupiah yang didapat pun mencapai ratusan ribu dan menjadi tambahan untuk kebutuhan dapur mereka.

"Bank sampah di sini terbilang baru karena akhir tahun lalu ya. Namanya Bank Sampah Rames (Nasionalisme, Ramah, Aman, Emansipasi dan Sosial). Jadi setiap seminggu sekali kami melakukan penimbangan, tiap Rabu. Itupun yang dikumpulin macam-macam, ada kaleng, kardus bekas kemasan, botol plastik bekas dan lain sebagainya," kata Ibu Ketua RW 01, Dwi saat dikonfirmasi, Senin (14/6/2021).

Baca juga: Sebelum Tewas Dibakar Begal, Sopir Ojek Online Ini Sempat Minta Lauk Ikan Gosong ke Istri

Terdiri dari 10 RT, Dwi memberikan keleluasaan terkait penarikan dana dari bank sampah.

Lantaran ekonomi masyarakat yang menengah ke bawah, mereka dapat memilih penarikan uang dari hasil sampah yang ditukarkan.

Baca juga: Rizky Billar Buka-bukaan Barang Seserahannya di Lamaran, Lesti Kejora Tertawa: Itu Dede yang Pilih!

Namun, rata-rata warga memilih sebulan sekali terkait pencairan dana dari hasil sampah yang mereka tukarkan.

Baca juga: Resmi Bertunangan, Kapan Lesti Kejora Bakal Dinikahi? Ini Bocoran Waktunya dari Rizky Billar

"Kita kan ada diskusi dulu. Jadi kesepakatan bersama. Kita di sini tidak untuk sosial, sementara ekonomi warga di sini menengah ke bawah, jadi kita serahkan ke warga. Ditukar uang diambil seminggu sekali atau sebulan sekali. Tapi rata-rata sebulan sekali," jelasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved