Breaking News:

Dua WN Nigeria Kendalikan Peredaran 1,129 Ton Sabu dari Lapas Cilegon

Dua warga negara asing (WNA) asal Nigeria ditangkap polisi karena mengendalikan peredaran narkotika jenis sabu seberat 1,129 ton dari dalam Lapas

Penulis: Annas Furqon Hakim | Editor: Muhammad Zulfikar
TribunJakarta.com/Annas Furqon Hakim
Konferensi pers pengungkapan kasus penyalahgunaan narkotika jaringan Timur Tengah dengan barang 1,129 ton sabu di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (14/6/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Dua warga negara asing (WNA) asal Nigeria ditangkap polisi karena mengendalikan peredaran narkotika jenis sabu seberat 1,129 ton dari dalam Lembaga Pemayarakatan (Lapas) Cilegon, Banten.

Kedua tersangka, yakni CSN alias ES dan UCN alias EM, termasuk jaringan narkotika Timur Tengah-Indonesia.

"Yang bersangkutan mengendalikan (peredaran narkoba) dari Lapas Cilegon. Makanya kami juga bekerja sama dengan Ditjenpas," kata Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat merilis kasus ini di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (14/6/2021).

Kapolri mengungkapkan, tersangka CSN memerintahkan UCN mencari kurir yang akan mengantarkan narkotika jenis sabu.

"Dari hasil analisis dan interogasi, diketahui pengendali utamanya adalah OC. Ini juga dari Nigeria dan sekarang sudah masuk DPO (daftar pencarian orang)," ujar Listyo.

Terbongkarnya jaringan narkotika Timur Tengah ini merupakan hasil pengungkapan tim gabungan Polres Metro Jakarta Pusat dan Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Metro Jaya.

Selain CSN dan UCN, polisi menangkap lima tersangka lainnya. Mereka adalah NR alias D, HA, NW alias DD, AK, dan H alias NE.

Baca juga: Turap Kompleks Telkom Ciputat Bergerak, Longsor Susulan Masih Berpotensi Terjadi

Baca juga: 200 Disabilitas Menjalani Vaksinasi Covid-19 di Pool Bluebird Kramat Jati

Baca juga: Polisi Sita 1,129 Ton Sabu yang Berasal dari Jaringan Narkotika Timur Tengah

Listyo menjelaskan, barang bukti 1,129 ton sabu diamankan di empat lokasi berbeda.

"Lokasi pertama di Gunung Sindur, kemudian Ruko Pasar Modern Bekasi Town Square, Apartemen Basura, Jakarta Timur, dan Apartemen Green Pramuka, Cempaka Putih, Jakarta Pusat," ungkap Kapolri.

Di kawasan Gunung Sindur, tim gabungan menyita 393 Kilogram sabu. Polisi lalu menemukan 511 Kilogram sabu di Ruko Pasar Modern Bekasi Town Square.

Sementara itu, barang bukti sabu seberat 50 Kilogram sabu disita dari Apartemen Basura, dan 175 Kilogram sabu dari Apartemen Green Pramuka.

Para tersangka dijerat Pasal 114 ayat 2 subsider Pasal 115 ayat 2 subsider Pasal 112 ayat 2 Juncto Pasal 132 ayat 1 dan ayat 2 UU RI Nomor 39 tahun 2009 tentang narkotika. Mereka terancam hukuman mati.

 
 

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved