Pelaku Pungli di Tanjung Priok Diciduk

Siasat Karyawan Outsourcing Korlap Pungli di Tanjung Priok, Sempat Infokan Ini di WA Grup Rekannya

Polisi menangkap pria bernama Ahmad Zainul Arifin (39), Jumat (11/6/2021) malam lalu terkait kasus pungutan liar

Penulis: Gerald Leonardo Agustino | Editor: Wahyu Aji
(Dok. Polres Pelabuhan Tanjung Priok).
Koordinator pelaku pungli, Ahmad Zainul Arifin (39), yang ditangkap aparat Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, TANJUNG PRIOK - Polisi menangkap pria bernama Ahmad Zainul Arifin (39), Jumat (11/6/2021) malam lalu terkait kasus pungutan liar di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Zainul Arifin merupakan karyawan outsourcing dari PT MTI yang berperan mengepalai tujuh operator crane pelaku pungli yang lebih dulu ditangkap aparat Polres Pelabuhan Tanjung Priok.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Putu Kholis Aryana mengatakan, pelaku sempat mencoba menutupi aksi pungli saat polisi menyambangi lokasi.

"Yang bersangkutan mengoperasikan pengeras suara mengatakan tidak ada pungli, tidak ada pungli," kata Kholis, Senin (14/6/2021).

Zainul Arifin, saat akan ditangkap, juga memberikan pengumuman di grup WhatsApp yang berisi rekan-rekannya.

Hal itu untuk memberitahu rekan-rekannya agar kompak menyatakan tak ada pungli saat polisi datang.

"Dia menginformasikan di grup WA ketika Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok melakukan penindakan pungli sebagai langkah-langkah antisipasi agar bisa menyangkal kegiatan yang mereka lakukan," ucap Kholis.

Kholis mengatakan, penangkapan terhadap koordinator pungli itu dilakukan di area Jakarta International Container Terminal (JICT).

Baca juga: Kronologi Terungkapnya Pungli di Tanjung Priok: Ada Peran Jokowi, Uang Rp16 Miliar dari Sopir Truk

Baca juga: Viral Modus Pungli Pakai Crane dan Plastik Kresek di Pelabuhan Tanjung Priok, Polisi: Itu Video Lama

JICT adalah area terminal bongkar muat ekspor impor di Pelabuhan Tanjung Priok.

Polisi sempat terkendala jarak yang cukup jauh dari jalan raya menuju ke TKP penangkapan.

"Titik TKP-nya jauh dari jalan umum, karena daerah terbatas sehingga untuk masuk ke TKP itu bisa sampai 1 kilometer. Ini yang mungkin tidak terdeteksi dan berhasil kami ungkap beberapa hari yang lalu," ucap Kholis.

Kholis mengatakan, peran Arifin ialah sebagai koordinator dari ketujuh pelaku yang sebelumnya ditangkap.

Tersangka berperan memberi perintah kepada setiap operator crane untuk memilih truk mana saja yang boleh dibongkar muat terlebih dahulu.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved