TOK! Mantan Bos Garuda Indonesia Ari Askhara Divonis 1 Tahun Penjara

Mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia, I Gusti Ngurah Askhara divonis satu tahun penjara.

Penulis: Ega Alfreda | Editor: Wahyu Septiana
TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA
Mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia, I Gusti Ngurah Askhara (batik hitam kuning) divonis satu tahun penjara oleh Hakim Ketua Nielson Panjaitan di ruang 4 Pengadilan Negeri Tangerang, Senin (14/6/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia, I Gusti Ngurah Askhara divonis satu tahun penjara.

Pria yang akrab disapa Ari Askhara tersebut divonis satu tahun penjara oleh Hakim Ketua Nielson Panjaitan di ruang 4 Pengadilan Negeri Tangerang, Senin (14/6/2021).

Jaksa penuntut umum (JPU) dalam agenda sidang tersebut adalah Pantono dari Kejaksaan Tinggi Banten dan Reza Fahlevi dari Kejaksaan Negeri Tangerang.

Ari yang memakai baju batik berwarna hitam kuning tersebut didampingi penasihat hukumnya menghadiri langsung persidangan yang dimulai sekira pukul 17.19 WIB.

"Kepada terdakwa I Gusti Ngurah Askhara menjatuhkan pidana 1 tahun dan denda sejumlah Rp 300 juta," jelas Nielson di PN Tangerang.

Mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia, I Gusti Ngurah Askhara (batik hitam kuning) divonis satu tahun penjara oleh Hakim Ketua Nielson Panjaitan di ruang 4 Pengadilan Negeri Tangerang, Senin (14/6/2021).
Mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia, I Gusti Ngurah Askhara (batik hitam kuning) divonis satu tahun penjara oleh Hakim Ketua Nielson Panjaitan di ruang 4 Pengadilan Negeri Tangerang, Senin (14/6/2021). (TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA)

Selain Ari, mantan Direktur Teknik dan Pelayanan Garuda Indonesia Iwan Joeniarto juga dijatuhkan hukuman satu tahun penjara dan uang denda sebesar Rp 50 juta.

Diberitakan sebelumnya, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tangerang dan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten mendakwa Ari dengan pasal kepabeanan pada 15 Februari 2021.

Baca juga: Live Streaming Euro Malam Ini Skotlandia Vs Ceko Pukul 20.00 WIB: Bisa Nonton di HP, Begini Caranya

Baca juga: Bepe Beberkan Persija Sempat Dekati Eks Pelatih Real Madrid dan Tottenham tapi Bukan Jose Mourinho

Baca juga: Polisi Ungkap Modus Pelaku Perampokan Apartemen Mewah di Setiabudi: Ngaku ke Sekuriti Pemilik Unit

"Ada tiga pasal dakwaan, yang pertama Pasal 102 huruf E UU No 17 tahun 2006 juncto Pasal 55 ayat 1 tentang UU Kepabeanan," ujar Kasi Intel Kejari Kota Tangerang Bayu.

"(Dakwaan) kedua, Pasal 102 huruf H (UU No 17 tahun 2006), dan (dakwaan) ketiga adalah Pasal 103 huruf A (UU No 17 tahun 2006)," imbuh dia.

Ancaman hukuman terhadap terdakwa, kata Bayu, minimal 1 tahun dan maksimal 10 tahun penjara, serta denda minimal Rp 50 juta.

Mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia, I Gusti Ngurah Askhara (batik hitam kuning) divonis satu tahun penjara oleh Hakim Ketua Nielson Panjaitan di ruang 4 Pengadilan Negeri Tangerang, Senin (14/6/2021).
Mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia, I Gusti Ngurah Askhara (batik hitam kuning) divonis satu tahun penjara oleh Hakim Ketua Nielson Panjaitan di ruang 4 Pengadilan Negeri Tangerang, Senin (14/6/2021). (TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA)

Sebagai informasi, kasus ini bermula saat pesawat Garuda Indonesia jenis Airbus A330-900 Neo nomor penerbangan GA9721, mendarat di hanggar milik PT Garuda Maintenance Facility (GMF) Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.

Petugas Bea dan Cukai Bandara Soekarno-Hatta pun menemukan sejumlah barang mewah di lambung pesawat itu pada

Para petugas menemukan onderdil motor Harley Davidson dan sepeda Bromptom ilegal yang masuk tanpa membayar kepabeanan.

Semua ditemukan di bagasi pesawat yang baru datang dari pabrik Airbus di Perancis pada tahun 2019 lalu.

Baca juga: Perampokan Apartemen Mewah di Setiabudi, Pelaku Tukang Bangunan Kuras Barang Berharga Korban

Ditjen Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan kemudian menyatakan Ari Askhara terlibat menyelundupkan Harley Davidson dan Brompton tersebut.

Akibat perbuatan itu, negara berpotensi mengalami kerugian sebesar Rp 532 juta hingga Rp 1,5 miliar.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved