Breaking News:

Virus Corona di Indonesia

Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Meningkat Lagi, 77 Persen Tempat Rawat Pasien Sudah Terisi

Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah yang mengatakan kalau Bed Occupancy Rate (BOR) atau tingkat keterisian kasur untuk pasien Covid-19 meningkat

Penulis: Ega Alfreda | Editor: Muhammad Zulfikar
TribunJakarta.com/Ega Alfreda
Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah saat dijumpai di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang soal vaksinasi massal, Selasa (15/6/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Kasus positif Covid-19 di Kota Tangerang kembali meroket belakangan ini.

Hal tersebut dibongkar Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah yang mengatakan kalau Bed Occupancy Rate (BOR) atau tingkat keterisian kasur untuk pasien Covid-19 meningkat tajam.

Seperti yang terjadi di beberapa Rumah Isolasi Terkonsentrasi (RIT) dan juga rumah sakit rujukan penanganan Covid-19 yang ada di Kota Tangerang.

"BOR rumah sakit mencapai 77,65 persen, RIT mencapai 97,59 persen sedangkan ICU rumah sakit mencapai 75,40 persen," jelas Arief di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Selasa (15/6/2021).

Baca juga: Pemerintah Kota Tangerang Sudah Siap Menggelar Pembelajaran Tatap Muka

Baca juga: Peserta Vaksinasi Massal di Tangerang Menumpuk Hingga Terjadi Kerumunan, Ini Penjelasan Sekda

Baca juga: Peserta Vaksinasi Massal di Tangerang Membludak, Antrean Mengular Sampai ke Jalan

Menurutnya, sejak 7 Juni sampai 13 Juni 2021 pihaknya telau melakukan tracing kepada ribuan warganya.

Alhasil ada 341 warga di seluruh Kota Tangerang dinyatakan positif Covid-19.

"Sejak tanggal 7 Juni sampai 13 Juni 2021, kita telah melakukan testing dan tracing sebanyak 8.591 orang. Hasilnya 341 orang terkonfirmasi positif Covid-19," ujar Arief.

Maka dari itu, dirinya menginstruksikan kepada jajarannya tegas dalam menegakkan protokol kesehatan.

Melalui kegiatan Operasi Aman Bersama (OAB) yang kembali dilakukan agar jumlah kasus positif Covid-19 dapat terkendali.

"Datangi tempat-tempat yang rawan terjadi kerumunan, berikan teguran keras, karena jika terus lalai maka pandemi ini tidak akan selesai," pungkas Arief.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved