Breaking News:

Kepala Dinas Damkar Depok Diam Seribu Bahasa Saat Tiba di Kejari Depok

Hari ini, Kepala Dinas Damkar Depok, Gandara Budiana, memenuhi panggilan dari Kejaksaan Negeri Depok untuk memberikan klarifikasinya

Penulis: Dwi Putra Kesuma | Editor: Muhammad Zulfikar
TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma
Kepala Dinas Damkar Kota Depok, Gandara Budiana, saat mendatangi Kejaksaan Negeri Depok, Selasa (15/6/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS - Pemeriksaan terhadap personel Damkar Kota Depok terkait dugaan praktik korupsi pengadaan sepatu PDL dan insentif dana Covid-19 telah mengarah pada pucuk pimpinannya.

Hari ini, Kepala Dinas Damkar Depok, Gandara Budiana, memenuhi panggilan dari Kejaksaan Negeri Depok untuk memberikan klarifikasinya terkait dugaan rasuah di intansi yang dipimpinnya tersebut.

Dari pantauan di lokasi, Gandara tiba seorang diri pada pukul 09.00 WIB, sesuai dengan jadwal pemeriksaannya.

Namun demikian, Gandara bungkam seribu bahasa dan tidak menjawab satu pun pertanyaan yang dilemparkan awak media, sambil terus berjalan masuk ke dalam Kejaksaan Negeri Depok.

Sebelumnya, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Depok, Herlangga Wisnu Murdianto, membenarkan bahwa Gandara datang untuk memberikan klarifikasinya.

"Iya dipanggil hari ini," kata Herlangga saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (15/6/2021).

Baca juga: Kejari Depok Periksa 6 Orang Kasus Korupsi Damkar Depok, Ada yang Berstatus Pejabat

Baca juga: Dugaan Korupsi Sepatu PDL Damkar Depok, 7 Orang Penyedia dan 3 Pegawai Honorer Jalani Pemeriksaan

Baca juga: Korban Begal Payudara di Depok Trauma, Polisi Minta Wanita Lebih Mawas Diri

Untuk informasi, dugaan korupsi di Dinas Damkar Kota Depok berawal dari sebuah unggahan foto yang menampakan seorang petugas pemadam kebakaran (Damkar) memegang dua poster berisi tulisan dugaan tindakan korupsi, tengah viral di sosial media.

Isi tulisan dalam poster yang pertama adalah “Bapak Kemendagri tolong, untuk tindak tegas pejabat di Dinas Pemadam Kebakaran Depok. Kita dituntut kerja 100 persen, tapi peralatan di lapangan pembeliannya tidak 100 persen, banyak digelapkan”.

Sementara poster kedua, berisi “Pak Presiden Jokowi tolong usut tindak pidana korupsi, Dinas Pemadam Kebakaran Depok”.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved