Kerap Nyeri Payudara Jelang Menstruasi? Ternyata Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Pernahkah Anda merasa pegal, nyeri, atau sensasi tidak nyaman lainnya di area payudara menjelang menstruasi?
TRIBUNJAKARTA.COM - Pernahkah Anda merasa pegal, nyeri, atau sensasi tidak nyaman lainnya di area payudara menjelang menstruasi?
Bagi wanita, hal itu biasanya terjadi saat menjelang masa menstruasi.
Hal tersebut juga bukanlah pertanda buruk yang perlu Anda khawatirkan.
Namun, banyak wanita khawatir bahwa sensasi tersebut merupakan salah satu gejala payudara.
Pakar Obstetri dan Ginekologi dari Cleveland Clinic, Jennifer Grabenstetter, mentatakan bahwa tanda kanker payudarabukan berupa rasa nyeri di payudara.
"Ada faktor lain yag memicu nyeri dan berbagai sensasi tak nyaman lainnya di area payudara," ucap dia.
Baca juga: Obati Benjolan di Payudara Pakai 6 Ramuan Tradisional Ini, Kaum Hawa Wajib Tahu!
Kaitan nyeri payudara dan silkus menstruasi
Penyebab umum nyeri payudara adalah fluktuasi hormonal yang berkaitan dengan siklus menstruasi Anda.
Wanita biasanya merasakan rasa nyeri dan pembengkakan di area payudara sebelum masa menstruasi.
“Jika nyeri payudara terjadi secara berulang dan mempengaruhi jaringan payudara di kedua sisi, biasanya tidak terlalu mengkhawatirkan,” kata Grabenstetter.
Baca juga: Pendaftaran Ujian Mandiri UNDIP Ditutup 17 Juni 2021, Berikut Biaya dan Tata Cara Daftarnya
Baca juga: Akui Ada Hikmah di Balik Perginya Kalina Oktarani dari Rumah, Vicky Prasetyo Nangis: Saya Senang
Baca juga: Covid-19 Melonjak Lagi, DKI Disebut Memasuki Fase Genting, Gubernur Anies: Ini Peringatan!
Wanita yang memiliki payudara fibrokistik – payudara dengan lebih banyak jaringan berserat atau kental – sangat rentan mengalami nyeri payudara berkelanjutan yang memburuk saat masa ovulasi dan awal menstruasi.
"Ini biasanya mempengaruhi kedua sisi payudara secara merata dan bukan indikator bahwa ada sesuatu yang salah," katanya.
Bagaimana mengatasinya?
Untuk mengatasi munculnya pembengkakan atau nyeri di payudara, wanita bisa melakukan hal berikut:
- Berikan kompres hangat atau dingin.
- Minum obat penghilang rasa sakit yang dijual bebas.
- Ikuti diet rendah lemak, tinggi karbohidrat kompleks.
- Batasi alkohol dan kafein.
Selain itu, Anda juga perlu menggunakan bra yang tepat dan sesuai ukuran.
Bra yang tidak sesuai ukuran dapat menyebabkan rasa sakit pada jaringan payudara dan tidak bisa mendukung bentuk payudara dengan baik.
Ukuran payudara wanita berubah seiring waktu. Jadi, bra yang dulu terasapas bisa saja tidak lagi sesuai ukuran.
Gejala Awal Kanker Payudara
Berikut ini 8 gejala awal kanker payudara selain muncul benjolan.
Banyak penderita baru menyadari dirinya mengidap kanker payudara setelah munculnya benjolan atau massa lunak di payudara.
Tak pelak, gejala awal kanker payudara selama ini identik dengan benjolan.
Padahal, gejala awal kanker payudara tak selalu benjolan.
Dilansir Kompas.com dari Healthline, sebanyak 80 persen benjolan di payudara belum tentu gejala kanker.
Kendati demikian, setiap orang wajib melakukan pemeriksaan ke dokter apabila mendapati benjolan di payudaranya.
Selain itu, kenali beberapa gejala awal kanker payudara selain benjolan sebagai berikut:
Baca juga: 6 RamuanTradisional yang Bisa Mengobati Benjolan di Payudara, Kaum Hawa Wajib Tahu!
1. Payudara terasa nyeri
Melansir Medical News Today, ciri-ciri kanker payudara tahap awal yakni sel-sel di kulit mengalami perubahan.
Perubahan ini kerap memicu rasa sakit, nyeri saat ditekan, dan rasa tak nyaman pada payudara.
Baca juga: 6 Ramuan Tradisional Berkhasiat Mengencangkan Payudara Setelah Melahirkan, Sudah Tahu?
Baca juga: Dugaan Malpraktik Filler Payudara Model Seksi Monica Indah, Polisi Lanjutkan Penyelidikan
Baca juga: Viral Video Nikahan Engku Emran dengan Noor Nabila, Nasib Anak Mantan Laudya Cynthia Bella Disorot
Beberapa penderita kanker payudara ada yang menggambarkan rasa sakitnya berupa rasa panas mirip terbakar.
Meskipun kanker payudara seringkali tidak menimbulkan rasa sakit, penting untuk tidak mengabaikan setiap perubahan pada payudara.
2. Payudara membengkak tanpa sebab jelas
Gejala awal kanker payudara selain benjolan lainnya yakni payudara atau area payudara membengkak.
Ukuran payudara bisa berubah menjadi lebih besar, terutama dipengaruhi perubahan hormon seperti saat menstruasi, hamil, menyusui, dll.
Anda perlu waspada apabila payudara tiba-tiba membengkak, ukuran salah satu payudara berbeda jauh, atau bentuknya sangat lain dari payudara sebelahnya.
Tak hanya membengkak, tanda kanker payudara lain yakni kulit di sekitar payudara juga terasa kencang.
3. Perubahan tekstur kulit payudara
Kanker payudara dapat menyebabkan perubahan tekstur kulit sekitar dan pada payudara.
Perubahan tekstur kulit ini disebabkan peradangan pada sel-sel kulit payudara.
Beberapa perubahan yang kentara di antaranya kulit bersisik atau sangat kering di sekitar puting dan areola, kulit di bagian payudara menebal, dan gatal di sekitar payudara.
Namun, tidak semua perubahan tekstur kulit payudara merupakan gejala awal kanker payudara.
Perubahan tekstur kulit payudara juga bisa disebabkan dermatitis dan eksim.
Baca juga: Sidang Penetapan Jenis Kelamin, Ahli Sebut Serda Aprilia Manganang Punya Alat Kelamin Pria Normal
4. Kulit payudara mendadak kemerahan
Gejala awal kanker payudara selain benjolan lainnya yakni perubahan warna kulit sekitar payudara.
Sejumlah penderita kanker payudara mengalami kulit di sekitar payudaranya jadi kemerahan, ungu mirip memar, atau kebiruan.
Anda perlu waspada jika payudara tiba-tiba kulit sekitar payudara berubah warna padahal tidak mengalami trauma fisik seperti terbentur.
5. Muncul lesung pipit di payudara
Lesung pipit di kulit payudara bisa jadi ciri-ciri kanker payudara tahap awal yang agresif.
Biasanya, lesung pipit ini disebabkan peradangan pada jaringan payudara.
Sel-sel kanker dapat memicu penumpukan cairan getah bening di payudara dan menyebabkan kulit bengkak, berlesung pipit, bahkan berlubang.
Apabila ada lesung pipit di payudara, segera konsultasi dengan dokter.
Baca juga: Murka, Rizieq Shihab Teriak-teriak saat Dipaksa Sidang Online Oleh Petugas: Saya Tidak Mau Hadir!
6. Puting susu mengeluarkan cairan tak lazim
Cairan yang keluar dari puting padahal tidak sedang menyusui juga bisa jadi tanda gejala awal kanker payudara selain benjolan.
Cairan tersebut bisa encer maupun kental. Warna juga bisa bervariasi mulai dari bening, keruh putih mirip susu, kuning, hijau, atau kemerahan.
Konsultasikan ke dokter jika ada cairan tak lazim keluar dari puting susu.
Hal yang perlu diingat, cairan dari puting payudara tidak selalu tanda kanker payudara.
Bisa jadi kondisi tersebut disebabkan infeksi payudara, efek samping pil KB atau obat tertentu, sampai penyakit tiroid.
Baca juga: Video Wanita Bertato di Dada Menghina Polisi Viral di Media Sosial, Jengkel Karena Diusir saat Makan
7. Kelenjar getah bening membengkak
Kelenjar getah bening adalah kumpulan jaringan sistem daya tahan tubuh.
Kelenjar ini berfungsi menyaring dan menangkap sel-sel yang potensial berbahaya. Termasuk bakteri, virus, dan sel kanker.
Jika sel kanker menjalar atau berkembang di luar payudara, tempat pertama yang disinggahi adalah kelenjar getah bening ketiak di sisi yang sama dengan payudara.
Kondisi ini menyebabkan pembengkakan di area tersebut.
Selain pembengkakan kelenjar getah bening di ketiak, benjolan dari kelenjar getah bening yang bengkak juga bisa terasa di sekitar tulang selangkangan.
8. Puting susu jadi tenggelam
Gejala awal kanker payudara selain benjolan adalah perubahan pada sel sekitar puting susu.
Kanker payudara dapat menyebabkan puting susu terbalik ke bagian dalam payudara.
Atau, puting susu mengalami perubahan bentuk dan ukuran.
Dalam kondisi normal, puting susu tampilannya kerap berubah selama ovulasi atau sekitar siklus haid.
Anda perlu waspada jika merasakan perubahan bentuk puting susu di luar siklus haid dan perubahannya menetap.
Menyadari kondisi dan perubahan pada payudara sendiri bisa jadi cara mengetahui tanda atau gejala kanker payudara.
Apabila Anda mengalami beberapa gejala awal kanker payudara selain benjolan di atas, baiknya konsultasikan ke dokter.
Terutama apabila perubahan pada payudara tidak terkait siklus haid, cedera, atau punya riwayat penyakit tertentu.
(TribunJakarta/Muji)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/ilustrasi-payudara.jpg)