Breaking News:

Politisi PKB Ungkap Alasan Mendesak Penunjukan Wamen untuk Kemendikbud Ristek

Menurutnya, sudah seharusnya Nadiem mendapatkan seorang wakil menteri dalam memimpin Kemendikbud Ristek.

Editor: Wahyu Aji
Tribunnews.com/Reza Deni
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nadiem Makarim di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (20/2/2020) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua DPP Partai Kebangkita Bangsa (PKB) Daniel Johan menilai, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nadiem Makarim layak didampingi seorang wakil menteri.

Alasannya mengoptimalkan kualitas pendidikan di Indonesia, terutama di tengah pandemi Covid-19.

Menurutnya, sudah seharusnya Nadiem mendapatkan seorang wakil menteri dalam memimpin Kemendikbud Ristek.

Mengingat tugas dan cakupan kerja Nadiem kini semakin luas setelah penggabungan kementerian.

“Iya sangat mendesak untuk diangkat satu wamen dengan pembagian tugas yang spesifik agar bisa membantu menterinya dengan baik, terlalu besar dan luas tugas yang ada saat ini,” katanya saat dihubungi, Selasa (15/6/2021).

Dia mengungkapkan, orang yang bisa mendampingi Nadiem harus memiliki pemahaman terhadap dunia pendidikan.

Karena di tengah masa pandemi Covid-19, dibutuhkan banyak terobosan demi masa depan generasi bangsa.

“Nasib pendidikan yang sangat penting untuk masa depan Indonesia, sehingga harus tertangani dengan baik dan penuh terobosan yang mencerdaskan, minimal (calon wamen) paham urusan pendidikan dan ahli strategi budaya,” ujarnya.

Sementara itu, politisi PKB, Luqman Hakim mengatakan, beban Nadiem di tengah pandemi Covid-19 ini sangat berat.

“Beban Menteri Nadiem sangat berat. Dalam kondisi pandemi ini, jika sungguh-sungguh berniat menyelamatkan pendidikan anak-anak Indonesia, adalah pekerjaan yang sangat berat,” katanya.

Dia menerangkan, Nadiem memerlukan dukungan wakil menteri yang kompeten dan berintegritas.

Setahun lebih pandemi, faktanya pelaksanaan kegiatan pendidikan jauh dari kualitas yang diharapkan.

“Bangsa ini terancam akan mengalami keterputusan generasi terdidik. Ini bahaya untuk masa depan bangsa kita,” ujarnya.

Namun, Luqman menegaskan, pemilihan siapa yang layak untuk mendampingi Nadiem merupakan hak prerogatif Presiden Jokowi.

“Saya berharap Presiden memiliki penilaian yang obyektif pada pendidikan kita selama pandemi ini, untuk memutuskan yang terbaik bagi masa depan pendidikan nasional kita,” katanya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved