Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di DKI

Tempat OTG Isolasi Mandiri, Begini Distribusi Makanan untuk Pasien Covid-19 di Graha Wisata TMIII

Kepala Unit Graha Wisata Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Yayang ungkap distribusi makanan untuk para pasien positif Covid-19

Penulis: Nur Indah Farrah Audina | Editor: Wahyu Aji
ISTIMEWA
Suasana di depan Graha Wisata TMII, Jakarta Timur yang menjadi tempat isolasi mandiri   

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, MAKASAR - Kepala Unit Graha Wisata Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Yayang ungkap distribusi makanan untuk para pasien positif Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri.

Pada Senin (14/6/2021), Graha Wisata TMII telah dibuka kembali sebagai tempat isolasi mandiri bagi pasien positif dengan status orang tanpa gejala (OTG).

Sejumlah pasien pun diketahui telah menjalani isolasi mandiri di lokasi tersebut yang memiliki daya tampung maksimal 100 pasien.

Lantas bagaimana dengan pendistribusian makanan bagi para pasien?

Kepada TribunJakarta.com, Yayang menuturkan mekanisme pendistribusian makanan tak jauh berbeda dari tempat isolasi lainnya.

Setelah makanan tiba, maka petugas yang memakai alat pelindung diri (APD) menuju kamar isolasi.

Namun, ia memastikan makanan hanya diantarkan sampai depan pintu saja dan kemudian diletakan di meja yang tersedia di depan ruang isolasi.

Baca juga: Enam Pasien Postif Covid-19 Sedang Jalani Isolasi Mandiri di Graha Wisata TMII 

Baca juga: Graha Wisata Taman Mini Indonesia Indah Dibuka Lagi, 10 Pasien Covid-19 Tanpa Gejala Isolasi Mandiri

"Makanan dikirim dari Dinas Sosial dan diterima oleh petugas Graha Wisata TMII. Selanjutnya petugas Graha Wisata TMII dengan menggunakan APD lengkap memberikan makanan-makanan tersebut ke pasien-pasien dengan menaruhnya di meja depan kamar pasien dan mengetuk pintu kamar pasien," jelas Yayang.

Adapun balkon yang disediakan untuk para pasien berolahraga dan berjemur di pagi hari.

Sementara untuk sprei dan sarung bantal akan diganti setiap lima hari sekali.

Di mana sprei dan sarung bantal akan diletakkan di depan pintu kamar setiap paginya.

"Untuk penggantian sprei sendiri dilaksanakan setiap 5 hari sekali dan pada saat pasien selesai melaksanakan isolasi. Untuk yg 5 hari sekali, pasien yg akan melepas dan memasang sendiri sepreinya. Seprei yang lama ditaruh di meja depan kamar untuk selanjutnya ditukar dengan seprei yg baru," tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved