Breaking News:

Kasus Mafia Tanah 45 Hektare, Warga Pinang Tangerang Harap Nota Keberatan Terdakwa Ditolak Hakim

Masyarakat yang terdampak meminta pihak penegak hukum untuk tegas menolak nota keberatan yang diajukan kuasa hukum terdakwa DM (48) dan MCP (61)

Penulis: Ega Alfreda | Editor: Muhammad Zulfikar
TribunJakarta.com/Ega Alfreda
Polres Metro Tangerang Kota saat melakukan rilis mafia tanah di kawasan Alam Sutera, Kota Tangerang, Selasa (13/4/2021). 

"Tersangka DM menggugat perdata si MCP sendiri. Ini adalah bentuk mafia mereka. Sesama mereka satu jaringan mereka ngegugat untuk bisa menguasai tanah tersebut untuk melawan PT TM atau warga masyarakat di situ," jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus di Polres Metro Tangerang Kota, Selasa (13/4/2021).

Yusri mengatakan gugatan yang dilayangkan oleh DM ke MCP tersebut sudah diatur keduanya bersama satu tersangka lainnya.

Satu tersangka itu diketahui merupakan seorang pengacara keduanya.

"Dua-duanya mengatur untuk menggugat di perdata, diatur oleh mereka sendiri. Si DM menggugat dengan menggunakan SK 67 menggugat si MCP, tapi bahan-bahan yang digugat itu sudah diatur oleh pengacaranya," jelas Yusri.

Baca juga: Punya UMKM? Yuk Ikuti 3 Cara untuk Memaksimalkan Kemajuannya

Baca juga: Kondisi 3 Pemain yang Bela Timnas Tak Dikhawatirkan Pelatih Fisik Persija, Ini Alasannya

Baca juga: Sudah Lamaran, Rizky Billar dan Lesti Kejora Bakal Menikah Bulan Juli? Begini Kata Sahabat Dekat

"Sehingga nanti jadi perkara kemudian isinya adalah dading atau perdamaian. Dijadikan satulah mereka di situ kemudian mereka mau eksekusi lahan itu bersama-sama," tambahnya.

Sebagai catatan, tanah seluas 45 hektare itu dimiliki oleh masing-masing 35 hektare oleh PT TM dan 10 hektare sisanya dimiliki oleh warga.

Usai gugatan D ke MCP berakhir damai dan dokumen keduanya disatukan, pada Agustus lalu proses eksekusi lahan kemudian sempat terjadi.

Namun eksekusi itu tidak dilakukan usai terjadinya perlawanan dari warga dan PT TM.

PT TM dan warga masing-masing membuat laporan ke Polres Metro Tangerang Kota pada 10 Febuari 2021 dan 14 Febuari 2021.

Polisi pun kemudian melakukan penyelidikan.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved