Breaking News:

Oknum Pengacara Diduga Gelapkan Uang Rp 4 Miliar, Korban Minta Polisi Segera Tahan Pelaku

Korban mengungkapkan, oknum pengacara tersebut sudah ditetapkan sebagai tersangka dugaan kasus penggelapan uang.

Penulis: Annas Furqon Hakim | Editor: Wahyu Aji
tribunlampung.co.id/dodi kurniawan
Ilustrasi Penipuan 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM - Seorang oknum pengacara berinisial EPS dilaporkan ke polisi karena diduga melakukan penipuan dan penggelapan sebesar Rp 4 miliar.

Korban berinisial MI mengatakan, laporan polisi itu terdaftar dengan nomor LP/288/K/II/2020/ RESTRO.JAKTIM tanggal 17 Februari.

Korban mengungkapkan, oknum pengacara tersebut sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Selain itu, lanjut korban, berkas perkara kasus penipuan dan penggelapan ini sudah dinyatakan lengkap atau P21 oleh Kejaksaan. Namun, MI menyebut tersangka belum ditahan.

"Tersangka masih melenggang bebas, padahal proses penegakan hukum sudah sampai tahapan P21," kata MI kepada wartawan, Rabu (16/6/2021).

"Saya mohon kepada aparat penegak hukum dalam hal ini penyidik dari Kepolisian maupun dari Kejaksaan untuk segera melakukan penahanan terhadap tersangka EPS, karena apabila Kejaksaan tidak segera melakukan penahanan dikhawatirkan tersangka akan melarikan diri," tambahnya.

MI menjelaskan, dugaan penipuan yang dilakukan EPS bermodus menjanjikan untuk sejumlah perkara.

Baca juga: Polisi Ungkap Isi Tas Milik Kernet Truk yang Dicuri Saat Lagi Parkir di Gambir Jakarta Pusat

Lebih lanjut, ia memberikan uang sebesar sebesar 90 ribu Dollar Singapura kepada tersangka sebagai jaminan.

Saat itu, MI meminta EPS mengurus proses Peninjauan Kembali (PK) ke Mahkamah Agung (MA).

EPS meminta dana sebesar Rp 2,4 miliar untuk proses kepengurusan.

"Saya memberikan uang sebesar 90.000 Dollar Singapura karena dia menyerahkan cek sebagai jaminannya senilai Rp 1 miliar. Tapi ketika hendak dicairkan di bank, ternyata cek tersebut kosong alias tidak ada dananya," ungkap korban.

Selanjutnya, MI menyebut tersangka menerima uang Rp 500 juta untuk membantu teman korban yang tersangkut kasus narkoba di Polda Metro Jaya.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur Kompol Indra S Tarigan membenarkan bahwa kasus tersebut sudah P21.

"Sudah P21, proses pemanggilan tersangka untuk dilimpahkan ke Kejaksaan," ujar Indra saat dikonfirmasi.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved