Breaking News:

Terdakwa Terpapar Covid-19, Sidang Kasus Penganiayaan di PN Jakarta Timur Ditunda

Terdakwa terpapar Covid-19, sidang kasus penganiyaan di depan BKN Cawang, Jakarta Timur dengan agenda putusan sela ditunda.

Penulis: Nur Indah Farrah Audina | Editor: Erik Sinaga
TribunJakarta/Nur Indah Farrah Audina
Suasana sidang kasus penganiyaan di depan BKN Cawang, Jakarta Timur dengan agenda putusan sela ditunda lantaran terdakwa terpapar Covid-19, Rabu (16/6/2021) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, CAKUNG - Terdakwa terpapar Covid-19, sidang kasus penganiyaan di depan BKN Cawang, Jakarta Timur dengan agenda putusan sela ditunda.

Pandemi Covid-19 tak hanya mempengaruhi berbagai sektor industri maupun ekonomi, namun turut berpengaruh pada jalannya persidangan.

Satu diantaranya seperti kasus penganiayaan di depan BKN oleh beberapa pemuda kepada seorang pemuda beberapa waktu lalu.

Berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, sidang putusan sela yang melibatkan dua terdakwa yakni Ruland Levy dan Kevin Molama yang diduga melakukan pemukulan setelah menggelar demo penolakan otsus Papua harus ditunda lantaran satu diantaranya terpapar Covid-19.

Baca juga: Selain Menjadi Driver Ojek Online, Ali Juga Punya Kebiasaan Mencuri Ponsel

Ruland diketahui terpapar Covid-19 dan menjalani isolasi mandiri.

"Hari ini kami melakukan sidang agenda putusan sela intinya ditunda hakim memproritaskan kesehatan kepada terdakwa ketimbang proses formal. Ini adalah pilihan paling bijaksana. Memang dari awal terdakwa memiliki penyakit khusus dan covid juga," kata kuasa hukum terdakwa, Maruh Bajamal, Rabu (16/6/2021).

Baca juga: Bek Persija Jakarta Otavio Dutra Tegaskan Selalu Siap Kapanpun Jika Dibutuhkan Timnas

Rencananya sidang kembali dilanjutkan pada Rabu (23/6/2021) dan pihak korban menginginkan persidangan ini segera dituntaskan.

Baca juga: Target Selesai Bulan November, Pemkot Tangerang Kebut Vaksinasi 10 Ribu Orang Perhari

"Kita sebagai kuasa hukum dari korban Rajib, kita ingin permasalahan ini bener-bener harus tuntas secara hukum. Karena ini adalah murin tindakan pidana murni, tidak ada kaitan dengan politik," jelas kuasa hukum korban Teddy.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved