Breaking News:

Pelaku Pungli di Tanjung Priok Diciduk

Berkedok Jasa Pengamanan, Preman Tanjung Priok Raup Untung Rp 292,7 Juta dari Hasil Pungli

Pungli dan premanisme meraup keuntungan ratusan juta Rupiah dari hasil setoran ilegal perusahaan truk kontainer di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok

Penulis: Annas Furqon Hakim | Editor: Wahyu Septiana
TribunJakarta.com/Annas Furqon Hakim
Para tersangka kasus pungli dan premanisme di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok saat dihadirkan dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (17/6/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Pelaku pungutan liar (pungli) dan premanisme meraup keuntungan ratusan juta Rupiah dari hasil setoran ilegal perusahaan truk kontainer di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran mengatakan, setidaknya terdapat empat kelompok pungli di Pebauhan Tanjung Priok.

Keempatnya adalah kelompok Bad Boy, Haluan Jasa Prakasa, Sapta Jaya Abadi, dan Tanjung Raya Kemilau. Seluruhnya merupakan perusahaan berbadan hukum.

Dari empat kelompok pelaku pungli tersebut, polisi mengamankan total 24 orang tersangka.

"Kelompok Bad Boy berhasil menarik uang Rp 9,1 juta dari 12 perusahaan dengan total armada 34 unit," kata Fadil saat merilis kasus ini di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (17/7/2021).

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran menunjukkan barang bukti kasus pungli dan premanisme di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok saat konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (17/6/2021).
Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran menunjukkan barang bukti kasus pungli dan premanisme di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok saat konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (17/6/2021). (TribunJakarta.com/Annas Furqon Hakim)

Polisi menangkap empat tersangka dari kelompok Bad Boy, termasuk pimpinan, staf, dan koordinator preman.

Sementara itu, enam tersangka ditangkap dari kelompok Haluan Jasa Prakasa yang telah mendapatkan keuntungan hingga Rp 177 juta. Mereka menarik pungli dari 141 perusahaan truk kontainer.

"Kelompok ketiga kelompok Sapta Jaya Abadi menarik pungli dari 41 perusahaan angkutan kontainer debgan total uang yang disita Rp 24,6 juta," ungkap Fadil.

Baca juga: Video Mobil Ambulans Antre Bawa Jenazah Pasien Covid-19 di TPU Rorotan Jakarta Utara

Baca juga: Satgas Covid-19 Depok Belum Buka Tempat Isolasi Baru, Masih Tunggu Perkembangan hingga Akhir Pekan

Baca juga: 4 Polisi Muntah Setelah Makan Bakso Dibawa ke IGD: Rumah Makan Ditutup, Pemilik Angkat Bicara

Terakhir, kelompok Tanjung Raya Kemilau yang mengorganisir pungli 30 perusahaan kontainer dengan total armada mencapai 189 truk. Kelompok Tanjung Raya Kemilau telah meraup keuntungan sebanyak Rp 82 juta.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved