Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di DKI

Horor Kasus Covid-19 Terus Meroket, Pemprov DKI Tetap Izinkan Live Music di Kafe hingga Hotel

Pemprov DKI Jakarta didesak untuk membatalkan izin restoran hingga hotel menggelar live music.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/DIONISIUS ARYA BIMA SUCI
Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria saat ditemui di Balai Kota, Rabu (7/4/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Pemprov DKI Jakarta didesak untuk membatalkan izin restoran hingga hotel menggelar live music.

Pasalnya, penyebaran Covid-19 di ibu kota terus mengalami lonjakan signifikan dalam beberapa minggu terakhir ini.

Acara live music pun dikhawatirkan memicu kerumunan yang bisa meningkatkan risiko penularan Covid-19.

Walau didesak untuk merevisi izin tersebut, Pemprov DKI rupanya tak bergeming dengan keputusannya itu.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menegaskan, keputusan itu sudah terlanjur dibuat dan akan tetap diterapkan selama masa Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro.

“Ya enggak ada masalah (izin live music). Pak presiden sudah menyampaikan apa yang sudah jalan berjalan,” ucapnya, Kamis (17/6/2021).

Baca juga: 3 Jurus Jitu Gubernur Anies Atasi Krisis Tempat Tidur Khusus Covid-19 di Jakarta

Baca juga: Mudah Banget, Begini Cara Daftar Online Vaksinasi Covid-19 untuk Warga Usia 18 Tahun ke Atas di DKI

Politisi Gerindra ini menerangkan, saat ini yang terpenting ialah pengawas terhadap tempat-tempat usaha yang menggelar live music itu.

Bila protokol kesehatan diterapkan, Ariza optimis, live music di restoran, kafe, ataupun hotel tak akan menjadi klaster baru penularan Covid-19.

“Yang penting patuh prokes, taat, jangan dilanggar. Jam operasionalnya, kapasitasnya itu perlu diperhatikan,” ujarnya di Balai Kota.

“itu yang dimaksud bapak presiden adalah implementasi di lapangan, kami harus pastikan,” tambahnya menjelaskan.

Bila ada tempat usaha yang melanggar protokol kesehatan, Ariza menegaskan, pihaknya tak akan segan memberikan sanksi.

“Sanksinya sangat jelas, bagi yang melanggar, sesuai ketentuan sanksinya mulai dari surat pemberitahuan, sanksi administrasi, sampai pencabutan izin,” tuturnya. (*)

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved