Breaking News:

Penetapan Tersangka Pelaku Pelecehan Seksual di Musala Jatinegara Tunggu Hasil Pemeriksaan Jiwa

Polrestro Jakarta Timur masih menunggu hasil pemeriksaan kejiwaan Marzuki (41) pelaku pelecehan seksual terhadap jemaah perempuan di Musala Al-Amin

Penulis: Bima Putra | Editor: Erik Sinaga
TribunJakarta/Bima Putra
Tampak rekaman CCTV saat pelaku melakukan pelecehan seksual kepada jemaah perempuan Musala Al-Amin di Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (4/6/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, JATINEGARA - Satreskrim Polrestro Jakarta Timur masih menunggu hasil pemeriksaan kejiwaan Marzuki (41) pelaku pelecehan seksual terhadap jemaah perempuan di Musala Al-Amin, Kecamatan Jatinegara.

Kasat Reskrim Polrestro Jakarta Timur Kompol Indra Tarigan mengatakan hasil pemeriksaan jiwa yang dilakukan tim psikiatri jiwa forensik RS Polri Kramat Jati diperkirakan keluar pada pekan depan.

"Tanggal 23 Juni 2021 baru keluar hasilnya. Kalau dari hasil pemeriksaan dinyatakan gangguan jiwa maka yang bersangkutan akan dikirim ke RS jiwa," kata Indra saat dikonfirmasi di Jakarta Timur, Jumat (18/6/2021).

Artinya proses hukum terhadap Marzuki yang melakukan pelecehan seksual terhadap dua jemaah perempuan saat menunaikan Salat Asar di Musala Al-Amin pada Jumat (4/6/2021) dihentikan.

Sesuai isi pasal 44 KUHP yang mengatur bahwa pelaku tindak pidana yang dinyatakan secara medis mengalami gangguan jiwa tidak dapat diminta pertanggungjawabannya.

Baca juga: Ramalan Zodiak Besok, Sabtu 19 Juni 2021: Aries Dapat Kejutan, Cancer Sulit Kendalikan Emosi

"Tapi kalau yang bersangkutan dinyatakan tidak mengalami gangguan jiwa oleh tim dokter maka proses hukumnya kita lanjutkan ke tingkat penyidikan dan ditetapkan jadi tersangka," ujarnya.

Indra menuturkan pemeriksaan jiwa terhadap Marzuki dilakukan karena saat menjalani pemeriksaan di Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) dia memberi keterangan tidak jelas.

Berdasar keterangan pihak keluarga, Marzuki yang dari rekaman CCTV Musala Al-Amin terbukti menempelkan alat vitalnya dari belakang ke jemaah perempuan mengalami gangguan jiwa sejak lama.

"Hasil dari keterangan saksi dari pamannya dan tetangga, memang dia mengalami gangguan, keterbelakangan mental. Dan sudah sering bikin masalah di lingkungannya di Jakarta Selatan, di Petogogan," tuturnya.

Baca juga: Niat Curi Buat Biaya Istri & Pacar, Residivis Ini Malah Masuk Rumah Jagoan Silat

Sebelumnya pada Jumat (4/6/2021) Marzuki yang tercatat warga Kebayoran Baru, Jakarta Selatan melakukan pelecehan seksual terhadap jemaah perempuan di Musala Al-Amin.

Pengurus Musala Al-Amin, Parman (52) menuturkan aksi Marzuki yang dilakukan di lantai dua luput dari pengawasan jemaah karena saat kejadian sedang menunaikan Salat Asar.

"Karena jemaah menghadap kiblat jadi pas pelaku masuk naik ke lantai dua saf perempuan kita enggak lihat. Setelah ada jemaah teriak minta tolong langsung pelaku kabur," kata Parman, Jumat (4/6/2021).

Baca juga: Rekor Penambahan Covid-19 di Depok, Dalam Sehari Capai 511 Kasus

Marzuki sempat diamankan di Pos Polisi Sektor Rawa Bening lalu digelandang ke Polsek Jatinegara untuk menjalani pemeriksaan awal dan akhirnya diamankan di Mapolrestro Jakarta Timur.

Saat digeledah warga, Marzuki yang diduga melakukan aksi serupa di Musala Al-Amin pada tahun 2019 kedapatan mengantongi jimat bulu perindu yang konon berkhasiat memikat lawan jenis.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved