Breaking News:

Viral di Media Sosial

Perilaku Seksual Fetish? Suami Unggah Foto Istrinya Dibalut Kain Ketat di Seluruh Tubuh Mirip Mumi

Wanita itu terbungkus kain ketat menutupi seluruh bagian tubuhnya. Bahkan sang suami yang menggungah foto tersebut ke media sosial.

Editor: Wahyu Aji
instagram @duniapunyacerita
Viral Foto Perempuan 'Dibungkus' Suaminya, Mirip Mumi, Mengulang Peristiwa Gilang Bungkus 

TRIBUNJAKARTA.COM - Sederet foto menggambarkan seorang wanita dibungkus mirip mumi viral di media sosial.

Wanita itu terbungkus kain ketat menutupi seluruh bagian tubuhnya.

Bahkan sang suami yang menggungah foto tersebut ke media sosial.

Kegemaran manusia satu ini bikin bergidik bercampur heran.

Celakanya, semua didokumentasikan dan diunggah ke media sosial.

Jagat media sosial heboh dengan foto-foto seorang perempuan ditutup dengan kain hingga menutupi seluruh permukaan tubuhnya oleh suaminya.

Foto-foto itu mulanya diunggah di Facebook pada November 2020 lalu dan baru-baru ini menyebar di media sosial lain.

Terutama ke Instagram, seperti diunggah akun Instagram @duniapunyacerita, dikutip Kamis (17/6/2021). 

Pada unggahan berentet itu, ada foto yang memperlihatkan tubuh perempuan terbalut berbagai kain berwarna putih hingga ungu.

Wajah perempuan itu tertutup kain, mengenakan penutup kepala pajang, serta setelan blazer dan rok mirip yang dipakai pekerja kantoran.

Namun ada foto si perempuan mengenakan hijab panjang dan gaun ketat.

Bahkan ada pula foto si perempuan dibungkus penuh mirip mumi.

Kesamaannya, wajah perempuan itu selalu ditutupi dengan semacam kain pada setiap fotonya.

Pengunggah asli foto mengaku sebagai suami perempuan itu.

Baginya, tidak ada yang dirugikan karena yang bersangkuan adalah istrinya.

Bukan hanya itu.

Unggahan itu mengundang reaksi beragam dari warganet.

Sebagian berkomentar foto-foto itu sebagai fetish.

Namun dapat diterka warganet, fetish orang satu ini aneh di mata orang.

Sementara si pengunggah telah menghapus foto asli di akun Facebook miliknya secara keseluruhan. 

Tak pelak, ingatan warganet seakan tersegarkan kembali dengan peristiwa Gilang Bungkus yang heboh pada Juli 2020 silam.

Diberitakan TribunJakarta.com, kasus Gilang yang dikenal dengan kasus Gilang Bungkus, berawal dari pegakuan seorang mahasiswa melalui media sosial Twitter pada Juli 2020. Pemilik akun mengaku sebagai korban predator " fetish kain jarik".

Disebutkan korban dan pelaku kuliah di kampus yang berbeda. Dan G yang diketahui bernama Gilang menghubungi korba melalui Instagram.

Viral unggahan fetish kain jarik di Twitter
Viral unggahan fetish kain jarik di Twitter (Twitter @m_fikris)

G meminta korban dibungkus dengan kain jarik selama tiga jam layaknya jenazah manusia yang meninggal dunia.

G beralasan hal itu untuk riset. Korban bersedia menuruti kemauan G.

Dalam cuitannya, korban juga menyertakan foto dan video saat dia dibungkus kain jarik, serta percakapan antara dirinya dan G.

Dalam twitnya, korban juga melaporkan aksi G ke ke institusi tempat pelaku berkuliah.

Pendapat pakar

Pakar psikologi forensik Reza Indragiri Amriel turut menanggapi hebohnya kasus pelaku fetish kain jarik atau dikenal Gilang Bungkus.

Kasus dugaan pelecehan seksual fetish kain jarik ini pertama kali dibongkar salah satu terduga korban di media sosial Twitter pada Kamis (30/7/2020).

Akun @M_fikris membuat utas tentang aksi seorang mahasiswa Universitas Airlangga yang memintanya membungkus badan dengan kain jarik atau batik selama tiga jam.

Dalam utasnya, akun tersebut menceritakan cara pelaku, G, yang mengaku sebagai mahasiswa Universitas Airlangga, mendekatinya.

TONTON JUGA:

Akun tersebut mengaku berkuliah di kampus yang berbeda dengan G. Tapi, G mengikuti media sosial Instagram pribadinya dan intens mengajak berbincang pada tahun lalu.

Lalu, G meminta terduga korban membungkus tubuh dengan kain jarik atau kain batik. Alasannya, untuk kepentingan riset.

Dengan berbagai alasan, korban mau menuruti permintaan G. Terduga korban juga melampirkan foto dirinya dibungkus kain jarik dalam utas tersebut.

Ia juga melampirkan percakapan dengan terduga pelaku yang memintanya membungkus tubuh dengan kain jarik.

TONTON JUGA:

Dalam utas tersebut, korban juga menandai akun media sosial Universitas Airlangga dan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga.

Hingga kemudian, pelaku fetish kain jarik itu telah diamankan di Kapuas, Kalimantan Tengah pada Kamis sore (6/8/2020) oleh pihak kepolisian.

Kapolrestabes Kapuas AKBP Manang Soebeti menuturkan, orangtua G mengetahui perilaku anaknya sejak kuliah.

"Orangtuanya juga tahu perilakunya sejak kuliah," kata Kapolrestabes Kapuas AKBP Manang Soebeti dikutip dari Tribun Jatim, Jumat (7/8/2020).

Kata Manang, pelaku mulai melakukan aksinya dengan memperdaya atau mengarahkan teman-temannya membungkus diri sejak kuliah.

Sambung Manang, berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan pihaknya kepada G. G mengaku jika mengidap kelainan sejak kecil.

"Memang dia sejak kecil merasa tertarik kalau ada orang yang dibungkus dan pakai selimut tertutup dari kepala sampai kaki," ujarnya.

Lantas seperti apa pandangan Reza Indragiri terkait kasus fetish kain jarik?

Reza Indragiri menuturkan analisanya terkait hal tersebut dilansir TribunJakarta dari vlog Helmy Yahya pada Sabtu (8/8/2020).

"Kalau dia sudah berulang kali melakukannya dengan pakai kain jarik, maka termasuk fetistic disorder. Disini bukan lagi bicara perilaku seks tetapi sudah ada pelecehan seksual."

"Sehingga bisa dibilang dia sudah terobsesi dengan fetish," ujar Reza Indragiri.

Reza Indragiri menuturkan, kasus mendasar dari pelaku fetish kain jarik itu pelecehan seksual dan kejahatan seksual.

"Kalau kita buka KUHP, istilah yang dipakai pencabulan," aku Reza Indragiri.

Reza menilai, korban sempat menolak dengan perlakuan Gilang sehingga kasus tersebut bisa termasuk pelecehan seksual.

Lebih lanjut, Reza Indragiri menjelaskan, seseorang bisa saja orgasme dengan benda di luar seks karena memiliki fetish tertentu.

"Jadi dia mengandalkan stimulasi visual atau mungkin audio dari kejauhan," papar Reza Indragiri.

Reza menyatakan, terdapat tiga persoalan yang harus ditangani dengan tepat.

"Pertama tentang fetishnya, kedua orientasi seksual, ketiga kejahatan seksualnya," terang Reza Indragiri.

Kemudian, Reza Indragiri menerangkan beberapa terapi pengobatan yang bisa diterapkan untuk pelaku fetish kain jarik tersebut.

"Yang bersangkutan harus diedukasi kembali agar terjadi perubahan berpikir yang ujungnya perubahan perilaku terkait minder sikap perilaku, sehingga individu menemukan kembali keberdayaan dirinya, keunggulannya dengan cara yang martabat," tegas Reza Indragiri.

Tak hanya itu, Reza menyatakan, temukan trauma pelaku dan cari cara menghadapinya.

"Mustahil trauma dilupakan tetapi aku mampu menghadapinya dengan cara bertanggungjawab. Jadi bantu bersangkutan menemukan traumanya yang terjadi di usia dini," ujar Reza Indragiri. (*)

SIMAK VIDEONYA:

Sebagian artikel ini telah tayang di TribunSumsel.com dengan judul Viral Foto Perempuan 'Dibungkus' Sang Suami, Mirip Mumi, Mengulangi Kejadian Gilang Bungkus (*)

Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved