Breaking News:

Satpol PP Koordinasi dengan Polda Metro Terkait Dugaan Prostitusi Online Indekos di Pulogadung

Satpol PP Jakarta Timur dalam proses penyelidikan terkait dugaan aktivitas prostitusi online di satu indekos Kecamatan Pulogadung

Penulis: Bima Putra | Editor: Erik Sinaga
Dokumentasi Satpol PP Jakarta Timur
Jajaran Satpol PP Jakarta Timur saat proses penggerebekan indekos yang diduga jadi tempat prostitusi online di Pulogadung, Rabu (16/6/2021) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, PULOGADUNG - Jajaran Satpol PP Jakarta Timur dalam proses penyelidikan terkait dugaan aktivitas prostitusi online di satu indekos Kecamatan Pulogadung yang mereka gerebek pada Rabu (16/6/2021).

Dari hasil penyelidikan sementara indekos yang dihuni sejumlah perempuan berusia sekitar 20-30 tahun itu ditemukan indikasi aktivitas prostitusi online dengan barang bukti tumpukan kondom.

Kasatpol PP Jakarta Timur Budhy Novian mengatakan dalam waktu dekat pihaknya akan memanggil pemilik indekos guna memastikan aktivitas prostitusi online yang dilaporkan warga.

"Kita panggil pemilik, kita lakukan penyelidikan, kumpulkan bukti-bukti. Kalau nanti ditemukan faktor kesengajaan, memenuhi unsur pasal disangkakan pasal maka dinaikkan ke tingkat penyidikan," kata Budhy di Jakarta Timur, Jumat (18/6/2021).

Bila dinyatakan terbukti maka pemilik indekos bakal disangkakan Peraturan Daerah (Perda) DKI Jakarta Nomor 8 tahun 2007 tentang Ketertiban Umum yang mengatur tindak pidana ringan (Tipiring).

Baca juga: Kenali Gejala Terinfeksi Virus Corona Varian Delta, Beserta 5 Cara Menghadapinya

Namun penyidik pegawai negeri sipil (PPNS) Satpol PP Jakarta Timur berencana tidak hanya mengusut kasus secara Tipiring lewat hukuman denda, tapi juga secara hukum pidana.

"Kalau ada bukti-bukti yang cukup kita akan koordinasi dengan pihak Korwas PPNS dari Polda Metro Jaya. Untuk diperiksa berkasnya, kalau memang layak untuk dilakukan ke tahap penyidikan nanti akan kita serahkan ke kepolisian," ujarnya.

Budhy menuturkan PPNS Satpol PP Jakarta Timur sudah melakukan pemeriksaan terhadap sekitar 10 perempuan penghuni indekos yang diduga menjadi pekerja seks komersial dan pengelola indekos.

Baca juga: Gubernur Anies Larang Seluruh Gedung di Jakarta Sediakan Asbak Rokok

Selama penyelidikan indekos yang memiliki lebih dari lima kamar ini disegel guna mencegah upaya menghilangkan atau melakukan perusakan barang bukti terkait dugaan aktivitas prostitusi.

"Sejauh ini sudah ditemukan indikasi adanya aktivitas prostitusi online, sekarang tinggal melengkapi bukti saja untuk proses Tipiringnya. Nanti bisa disangkakan pasal Tertib Sosial di Perda Nomor 8 tahun 2007," tuturnya.

Baca juga: Aktor Jadul Wan Abud Meninggal Dunia, Berikut Profil dan Perjalanan Kariernya

Bila mengacu Perda Nomor 8 tahun 2007 maka pasal yang bisa disangkakan terhadap pekerja seks komersial di antaranya Pasal 42 dengan ancaman hukuman denda maksimal Rp 50 juta.

Bagi pengelola dan pemilik dapat disangkakan pasal 43 dengan ancaman hukuman denda maksimal Rp 50 juta karena meski memiliki izin bangunan peruntukan indekos tapi memfasilitasi prostitusi.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved