Breaking News:

Virus Corona di Indonesia

Permintaan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di RS Polri Meningkat 200 Persen

Dalam dua minggu terakhir, permintaan tempat tidur untuk pasien Covid-19 di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur meningkat 200 persen.

Penulis: Nur Indah Farrah Audina | Editor: Muhammad Zulfikar
TribunJakarta.com/Nur Indah Farrah Audina
Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Minggu (20/9/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Dalam dua minggu terakhir, permintaan tempat tidur untuk pasien Covid-19 di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur meningkat 200 persen.

Hal ini disampaikan Kabid Perawatan Medik dan Perawatan RS Polri Kombes Pol Yayok Witarto.

Yayok mengatakan hal ini menyusul tingginya kasus Covid di DKI Jakarta dalam beberapa pekan terakhir.

"Makanya kita update terus kadang dua hari sekali, kurang kita tambah lagi. Ini kapasitas kita di atas 300 (pasien). Jadi dalam dua minggu ada penambahan tempat tidur hampir 200%. Sesuai dari permintaan," katanya kepada TribunJakarta.com, Sabtu (19/6/2021).

Baca juga: Kapasitas Tempat Tidur di RS Polri Hampir Penuh, Pasien Harus Menunggu Berjam-jam untuk Dapat Kamar

Baca juga: Kasus Covid-19 di Jakarta Catat Rekor Lagi, Anak Buah Anies Tiadakan Uji Coba Road Bike di JLNT

Baca juga: Penyebaran Covid-19 di Jakarta Catat Rekor Baru, Hari Ini Tambah 4.808 Kasus

Banyaknya pasien Covid-19 membuat kapasitas Bed Occupancy Rate (BOR) mencapai 95% atau hampir penuh.

Sehingga bagi pasien Covid-19 akan menjalani perawatan lebih dulu di Instalasi Gawat Darurat (IGD), sambil menunggu ketersediaan tempat tidur dan kamar.

"Artinya kalau ada pasien, dia nunggu tempat tidur kosong, pasien yang sudah dirawat dan negatif kita pulangkan, cuma yang masuk itu banyak aja. Yang keluar sama yang masuk, banyakan yang masuk," jelasnya.

"Tergantung kecepatan dari ruangan, misalnya banyak yang negatif ya cepat. Ada yang satu jam, dua jam bahkan ada yang 10 sampai 12 jam, tergantung dari pasiennya. Sebab kita kan enggak nolak pasien. Artinya kalau dia tahan sampai berapa hari ya enggak apa-apa nungguin di IGD," tandasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved