Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di DKI

Kasus Covid-19 Melonjak, PMI Jakarta Timur Cemaskan Pendonor Berkurang

Meningkatnya kasus terkonfirmasi dikhawatirkan membuat jumlah pendonor berkurang sehingga berakibat stok kantong darah menipis.

Penulis: Bima Putra | Editor: Erik Sinaga
Bangka Pos/Resha Juhari
Ilustrasi Covid-19 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, DUREN SAWIT - Lonjakan kasus terkonfirmasi Covid-19 di DKI setelah libur Idulfitri 1442 Hijriah dikhawatirkan memengaruhi stok kantong darah Palang Merah Indonesia (PMI) Jakarta Timur.

Koordinator Unit Donor Darah (UDD) PMI Jakarta Timur dr. Fara meningkatnya kasus terkonfirmasi dikhawatirkan membuat jumlah pendonor berkurang sehingga berakibat stok kantong darah menipis.

"Yang ditakutkan melonjaknya kasus Covid-19 saat ini dan ada pembatasan  PSBB instasi takut untuk mengadakan acara donor, atau pendonor yang datang langsung pun berkurang," kata Fara saat dikonfirmasi di Jakarta Timur, Minggu (20/6/2021).

Alasannya saat awal pandemi Covid-19 melanda tahun 2020 lalu dan PSBB yang ditetapkan Pemprov DKI Jakarta lebih ketat dibanding PPKM Mikro jumlah pendonor di PMI Jakarta Timur anjlok.

Baca juga: Viral Pengemudi Mobil Lepas Tembakan ke Udara di Melawai Jaksel, Polisi Temukan 2 Selongsong Peluru

Baru dalam beberapa waktu terakhir PMI Jakarta Timur dapat bernafas sedikit lega karena banyak instansi pemerintah dan swasta yang terlibat kegiatan donor sehingga stok kantong darah aman.

"Kalau per harinya sekarang dapat berapa kantong darah fluktuasi (naik turun), enggak bisa dipastikan. Begitu juga kebutuhan darah per harinya. Semoga pandemi Covid-19 ini segera berlalu," ujarnya.

Baca juga: Sebut Pria yang Dekat dengan Ayu Ting Ting Orang Jauh, Umi Kalsum: Silahkan Mau Dibawa Kemana Juga

Fara menuturkan PMI Jakarta Timur masih mampu memenuhi permintaan kantong darah dari warga yang umumnya untuk kebutuhan persalinan dan hemodialisa atau cuci darah di luar tubuh.

Selain dua kasus tersebut dalam beberapa terakhir PMI Jakarta Timur mencatat lonjakan permintaan kantong darah terkait kebutuhan transfusi warga terjangkit demam berdarah dengeu (DBD).

Baca juga: Cuma Diberi Rp 25 Ribu, Pemuda 20 Tahun Lukai Jari Nenek Saat Minta Belikan Obat Cacing

"Untuk saat ini Alhamdulillah PMI Jakarta Timur masih mampu memenuhi permintaan kantong darah. Sekarang masih bekerja sama dengan instansi-instansi melakukan kegiatan donor darah," tuturnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved