Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di DKI

Kasus Covid-19 Meningkat, Tingkat Kepatuhan Prokes Warga Jakarta Timur Menurun 37,21 Persen

Penambahan kasus terkonfirmasi Covid-19 di DKI tidak memengaruhi tingkat kepatuhan warga Jakarta Timur terhadap protokol kesehatan.

Penulis: Bima Putra | Editor: Wahyu Septiana
TribunJakarta.com/Nur Indah Farrah Audina
Kasatpol PP Jakarta Timur, Budhy Novian di Cakung, Jakarta Timur - Penambahan kasus terkonfirmasi Covid-19 di DKI tidak memengaruhi tingkat kepatuhan warga Jakarta Timur terhadap protokol kesehatan. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CAKUNG - Penambahan kasus terkonfirmasi Covid-19 di DKI setelah libur Idul Fitri 1442 Hijriah tidak memengaruhi tingkat kepatuhan warga Jakarta Timur terhadap protokol kesehatan.

Kasatpol PP Jakarta Timur Budhy Novian mengatakan dari hasil penindakan operasi yustisi jajarannya dalam satu pekan terakhir terjadi lonjakan pelanggaran protokol kesehatan.

"Tren pelanggaran dalam minggu ini meningkat, jumlahnya persentase hampir 37,21 % jika di ambil data hari kamis minggu lalu dengan kamis minggu ini," kata Budhy saat dikonfirmasi di Jakarta Timur, Minggu (20/6/2021).

Meski setiap harinya melakukan operasi yustisi di permukiman warga, tempat keramaian, hingga jalan raya protokol petugas gabungan Satpol PP, TNI-Polri masih mendapati pelanggaran.

Warga yang kedapatan tidak mengenakan masker diberi pilihan melakukan kerja sosial menyapu jalan sambil mengenakan rompi pelanggar atau membayar denda administrasi maksimal Rp 250 ribu.

Kasatpol PP Jakarta Timur, Budhy Novian saat diwawancarai terkait pengalaman ramadan di Kantor Wali Kota Jakarta Timur
Kasatpol PP Jakarta Timur, Budhy Novian saat diwawancarai terkait pengalaman ramadan di Kantor Wali Kota Jakarta Timur (TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH)

"Kategori warga Kecamatan yang banyak melanggar kita enggak ada data. Tetapi kalau anggota Satpol yang paling aktif melakukan penindakan itu Kecamatan Kramat Jati, Pulogadung, dan Makasar," ujarnya.

Bila mengacu data evakuasi pasien Covid-19 Unit Pengelola Angkutan Sekolah (UPAS) Dinas Perhubungan se-DKI, Jakarta Timur merupakan kota dengan tingkat evakuasi paling tinggi.

Baca juga: Fotonya Bersama Lesti Kejora Dipajang Instagram Indosiar, Rizki DA Menegur: Tolong Jaga Perasaan

Baca juga: Dukcapil Jakarta Selatan Permudah Warga Usia 16-17 Rekam E-KTP

Baca juga: Uji Coba Pesepeda Road Bike di JLNT Dihentikan, Polisi: Silahkan Ambil Jalur Kiri

Kepala UPAS Dinas Perhubungan DKI, Ali Murthado mengatakan sejak 7 April hingga 15 Juni 2021 tercatat sebanyak 10.509 warga Jakarta Timur  terkonfirmasi Covid-19 dievakuasi.

"Jumlahnya paling tinggi dibanding wilayah lain di Jakarta 10.509 warga ini kita evakuasi ke RS rujukan dan tempat isolasi khusus sesuai permintaan pihak Puskesmas," tutur Ali.

Awak bus sekolah saat proses evakuasi 66 lansia penghuni Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia 2, Cengkareng, Jakarta Barat, Senin (21/12/2020)
Awak bus sekolah saat proses evakuasi 66 lansia penghuni Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia 2, Cengkareng, Jakarta Barat, Senin (21/12/2020) (ISTIMEWA/Dokumentasi UPAS Dishub DKI Jakarta)

Dalam rentan 7 April hingga 15 Juni 2021 yang sama jajaran UPAS Dishub DKI Jakarta mengevakuasi sebanyak 3.065 warga Jakarta Pusat, 1.924 warga Jakarta Barat, 7.521 warga Jakarta Selatan.

Lalu 3.973 warga Jakarta Utara, dan 19 warga Kepulauan Seribu, jumlah ini diperkirakan terus bertambah seiring lonjakan kasus terkonfirmasi Covid-19 di DKI Jakarta setelah Idulfitri 1442 Hijriah.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved