Antisipasi Virus Corona di DKI

Tori Bar Disegel 3 Hari karena Langgar Prokes, Camat Cilandak Peringatkan Ini kepada Pengelola Bar

Satpol PP Kecamatan Cilandak menyegel Tori Bar di kawasan Ruko Fatmawati Mas, Kelurahan Cilandak Barat, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan.

TribunJakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas
Pintu masuk Tori Bar di kawasan Ruko Fatmawati Mas sengaja ditutup begitu aparat gabungan mendatangi bar tersebut saat operasi yustisi dan cipta kondisi di kawasan Cilandak Barat, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan pada Sabtu (19/6/2021) malam. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, CILANDAK - Pihak Satpol PP Kecamatan Cilandak menyegel Tori Bar di kawasan Ruko Fatmawati Mas, Kelurahan Cilandak Barat, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan.

Camat Cilandak, Mundari, menindak tegas Tori Bar dengan menutup sementara selama 3 hari lantaran pihak bar tidak kooperatif.

Selain tak kooperatif, pihak bar tidak menjalankan protokol kesehatan. 

Saat aparat gabungan yang terdiri dari Satpol PP, TNI, Polri dan unsur lainnya mendatangi bar tersebut, ditemukan sejumlah pelanggaran seperti tidak ada pengecekan suhu, hand sanitizer dan jaga jarak.

Camat Cilandak, Kapolsek Cilandak dan Danramil Cilandak bersama-sama menempelkan stiker penutupan sementara Tori Bar selama 3 hari yang melanggar protokol kesehatan dan tak kooperatif pada Sabtu (19/6/2021).
Camat Cilandak, Kapolsek Cilandak dan Danramil Cilandak bersama-sama menempelkan stiker penutupan sementara Tori Bar selama 3 hari yang melanggar protokol kesehatan dan tak kooperatif pada Sabtu (19/6/2021). (TribunJakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas)

Pengamatan TribunJakarta.com di lokasi, puluhan pengunjung tak menerapkan jaga jarak.

Mereka duduk saling berdekatan.

Suasana keramaian pengunjung yang tidak menerapkan jaga jarak di Tori Bar saat didatangi aparat gabungan pada Sabtu (19/6/2021)
Suasana keramaian pengunjung yang tidak menerapkan jaga jarak di Tori Bar saat didatangi aparat gabungan pada Sabtu (19/6/2021) (TribunJakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas)

Mundari kemudian menegur manajer dan pengelola bar setelah meminta mereka duduk. 

"Tadi kalau stafnya kooperatif enggak masalah. Tadi kita sudah sopan masuk tapi enggak dibuka-buka. Kedua, protokol kesehatan di sini tak dijalankan," tegur Mundari kepada pihak bar.

Baca juga: Daftar Tim yang Sudah Lolos 16 Besar Piala Eropa: Belanda Aman, Spanyol dan Prancis Masih Berjuang

Baca juga: Bursa Transfer Liga 1: Persija Kedatangan Pelatih Tenar, Persib, Arema & Persebaya Pamer Pemain Baru

Baca juga: Kasus Covid-19 Meningkat, Tingkat Kepatuhan Prokes Warga Jakarta Timur Menurun 37,21 Persen

Pihak Bar, lanjut Mundari, jangan mencari keuntungan semata tetapi menghiraukan keselamatan jiwa pengunjung.

Ia memperingatkan bila Tori Bar melakukan pelanggaran serupa, maka pihak bar dikenakan denda sebesar Rp 50 juta.

"Jadi nanti kita segel dan tutup 3 hari. Kalau ada pelanggaran lagi sanksi denda Rp 50 juta," tambahnya.

Usai ditegur, pihak manajer dan pengelola bar mengakui kesalahannya dan meminta maaf.

Sebelumnya diberitakan, aparat gabungan yang terdiri dari Satpol PP, TNI, Polri dan unsur lainnya menemukan sebuah tempat minum-minum bernama Tori Bar yang tidak kooperatif saat pihaknya menggelar operasi yustisi dan cipta kondisi di kawasan Ruko Fatmawati Mas, Cilandak Barat, Cilandak, Jakarta Selatan.

Operasi penegakkan protokol kesehatan di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) itu dipimpin langsung oleh Camat Cilandak, Mundari yang didampingi oleh Kapolsek Cilandak, Kompol M Agung Perdana dan Danramil 07, Mayor Inf Usep Shirajusyar'i.

Saat didatangi petugas, pihak Bar tak bersikap kooperatif dengan mengunci pintu masuk bar cukup lama.

Pihak Satpol PP mandate dan memberikan sanksi ditutup selama 3 hari kepada pihak Tori Bar yang melanggar protokol kesehatan dan tak kooperatif pada Sabtu (19/6/2021).
Pihak Satpol PP mandate dan memberikan sanksi ditutup selama 3 hari kepada pihak Tori Bar yang melanggar protokol kesehatan dan tak kooperatif pada Sabtu (19/6/2021). (TribunJakarta.com/ Satrio Sarwo Trengginas)

Meski sudah digedor-gedor berulang kali, pintu pun tak kunjung dibuka.

Suasana di dalam bar yang tadinya ramai oleh suara obrolan pengunjung seketika hening.

Suara musik pun tak lagi terdengar.

Akhirnya, karyawan bar membukakan pintu setelah petugas menunggu selama hampir 30 menit di luar. 

Camat Cilandak, Mundari mengatakan di dalam bar ditemukan sejumlah pelanggaran protokol kesehatan.

Suasana Tori Bar yang ramai pengunjung saat dirazia petugas gabungan di kawasan Ruko Fatmawati Mas, Cilandak Barat, Jakarta Selatan pada Sabtu (19/6/2021) malam.
Suasana Tori Bar yang ramai pengunjung saat dirazia petugas gabungan di kawasan Ruko Fatmawati Mas, Cilandak Barat, Jakarta Selatan pada Sabtu (19/6/2021) malam. (TribunJakarta.com/ Satrio Sarwo Trengginas)

"Protokol kesehatannya sama sekali tidak dijalankan. Pertama, jaga jarak, tidak ada hand sanitizer, cek suhu juga tidak ada," ungkap Mundari kepada Wartawan di lokasi pada Sabtu (19/6/2021).

Ia menuturkan pengunjung melebihi kapasitas sehingga jaga jarak tak bisa diterapkan.

Terdapat puluhan pengunjung di dalam ruangan yang berukuran kecil itu.

Jam operasional bar pun melebihi pukul 21.00 WIB.

Pengamatan TribunJakarta.com di lokasi, para pengunjung duduk saling berdekatan.

Bahkan, ditemukan tak ada tanda silang di sejumlah bangku dan meja bar.

Baca juga: Daftar Tim yang Sudah Lolos 16 Besar Piala Eropa: Belanda Aman, Spanyol dan Prancis Masih Berjuang

Selain itu, pihak bar tak memiliki exhaust fan yang memadai sehingga ruangan terasa pengap oleh asap rokok.

"Hexos/Exhaust-nya pun mati jadi bar itu tidak kondusif atau nyaman," lanjutnya.

Tori Bar, lanjut Mundari, akan dikenakan sanksi tutup selama tiga hari.

Satpol PP kemudian menempel stiker sanksi tersebut di depan pintu bar.

Mundari menyayangkan sikap pemilik bar yang tidak kooperatif dan tidak menerapkan protokol kesehatan di tengah situasi darurat pandemi di Ibu Kota.

Pintu masuk Tori Bar di kawasan Ruko Fatmawati Mas sengaja ditutup begitu aparat gabungan mendatangi bar tersebut saat operasi yustisi dan cipta kondisi di kawasan Cilandak Barat, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan pada Sabtu (19/6/2021) malam.
Pintu masuk Tori Bar di kawasan Ruko Fatmawati Mas sengaja ditutup begitu aparat gabungan mendatangi bar tersebut saat operasi yustisi dan cipta kondisi di kawasan Cilandak Barat, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan pada Sabtu (19/6/2021) malam. (TribunJakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas)

Kapolsek Cilandak, Kompol M Agung Perdana meminta seluruh pelaku sektor usaha untuk mematuhi aturan atau imbauan pemerintah demi menekan tingginya angka kasus positif Covid-19 di Jakarta. 

"Tidak terpenuhinya prokes di bar ini dapat membuat pengunjung tertular dengan kondisi ruangan sempit tanpa jaga jarak," pungkasnya. 

Ia berpesan agar warga bersama-sama menjaga diri dengan menerapkan protokol kesehatan di masa darurat pandemi Covid-19. 

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved