Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di Tangerang

Covid-19 Meroket, Sekolah Tatap Muka di Kota Tangerang Batal Dilaksanakan Bulan Juli

Pemerintah Kota Tangerang akhirnya mengundur waktu pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) karena alasan peningkatan kasus Covid-19.

Penulis: Ega Alfreda | Editor: Erik Sinaga
Istimewa
Wali Kota Tangerang saat meninjau persiapan SMPN 27 yang rencananya akan dijadikan Rumah Isolasi Terkonsentrasi (RIT) untuk pasien Covid-19, Senin (21/6/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Pemerintah Kota Tangerang akhirnya mengundur waktu pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) karena alasan peningkatan kasus Covid-19.

Awal rencananya Pemerintah Kota Tangerang memang akan melaksanakan PTM pada bulan Juli 2021.

Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah mengatakan PTM kemungkinan besar akan diundur tidak jadi pada bulan Juli 2021.

"Jadi kemungkinan kan sekarang kita sudah enggak mikirin tatap muka (PTM), sekarang yang kita pikirin adalah penanganan (Covid-19) dulu)," ujar Arief, Senin (21/6/2021).

"PTM kemungkinan diundur, karena kita sedang fokus untuk mengupayakan penurunan angka kasus Covid-19," sambungnya lagi.

Senada dikatakan, Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Jamaluddin.

Dimana, kembali masuknya Kota Tangerang dalam status zona merah penyebaran Covid-19, membuat pihaknya akan menunda pelaksanaan PTM.

Baca juga: Daftar 31 Lokasi Isolasi Mandiri Pasien Covid-19 di DKI Jakarta, Kapasitas Capai 8.579 Tempat Tidur

"Dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sudah jelas, bagi wilayah yang masuk zona merah, diminta untuk tunda atau tidak dulu melaksanakan PTM," jelas Jamaluddin saat dihubungi, Selasa (22/6/2021).

Baca juga: Berawal dari Cari Kutu, Masdar Kemudian Lampiaskan Nafsu ke Bocah Lugu

Menurutnya, saat ini Kota Tangerang sudah kembali ke Zona Merah penyebaran Covid-19.

"Makanya baik itu simulasi PTM yang akan kita gelar pada bulan Juni dan pelaksanaannya PTM itu sendiri ya kita tunda dulu," terang Jamaluddin.

Baca juga: Bocah Laki-laki 2,5 Tahun Hilang di Tanjung Barat, Diduga Terseret Arus Selokan Air

Padahal, pihaknya pun telah siap melaksanakan PTM, baik itu dari tenaga pendidik hingga sarana dan prasarananya.

"Semuanya sudah siap kalau mau PTM, guru saja sudah 90 persen yang divaksinasi, lalu sarana prasarana dalam menerapkan protokol kesehatan Covid-19 juga sudah siap," aku Jamaluddin.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved