Breaking News:

Ditinggal Nikah Sang Kekasih, Remaja di Bogor Nekat Akhiri Hidup Gantung Diri di Pohon Rambutan

Warga di Kampung Citayam digegerkan dengan penemuan mayat seorang remaja berinisial IR (20) yang nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.

Penulis: Dwi Putra Kesuma | Editor: Erik Sinaga
Istimewa
Petugas bersama warga sekitar mengevakuasi jasad korban dari atas pohon rambutan. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, BOJONGGEDE - Warga di Kampung Citayam, Desa Ragajaya, Kabupaten Bogor, digegerkan dengan penemuan mayat seorang remaja berinisial IR (20) yang nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.

Menggunakan seutas tali tambang berwarna biru, jasad IR ditemukan sudah dalam kondisi kaku tergantung di atas pohon sekira pukul 07.00 WIB.

Kapolsek Bojonggede, AKP Dwi Susanto, mengatakan, korban pertama kali ditemukan oleh seorang saksi yang hendak pergi ke kebun tanamannya.

"Tiba-tiba saksi terkejut melihat mayat yang tergantung di pohon rambutan, dan langsung melaporkan kejadian tersebut pada Ketua RW dan diteruskan pada pihak kami," kata Dwi dikonfirmasi wartawan, Selasa (22/6/2021).

Baca juga: CCTV Buram, Polisi Kesulitan Ungkap Pelaku Penembakan di Kompleks Pati Polri

Berdasarkan keterangan pihak keluarga, korban dikertahui sempat mengamuk pada Senin (21/6/2021) malam.

"Berdasarkan informasi dari pihak keluarga, sekira jam 21.30 WIB korban membeli pulsa dan menelpon pacarnya. Setelah menelpon pacarnya korban marah-marah membanting handphone serta rokok," ujar Dwi.

"Ketika ditanya sama saudaranya, korban mengatakan dia ditinggal nikah sama pacarnya karna pacarnya memutuskan cinta sepihak dan memblokir nomor korban karena Pacarnya akan melaksanakan pernikahan pada hari Rabu tanggal 23 juni 2021," ujar Dwi.

Baca juga: CPNS 2021 Dibuka Akhir Juni, Simak Bocoran Materi SKD dan SKB yang Harus Dipelajari

Diduga akibat hal tersebut lah, korban merasa putus asa dan nekat mengakhiri hidupnya.

"Korban diduga merasa putus asa dengan kejadian ini, dan pihak keluarga menerima sebagai musibah dan tidak untuk divisum luar dalam dibuatkan surat pernyataan dan ditanda tangani pihak keluarga," pungkasnya.

Baca juga: Kasus Positif Covid-19 di DKI Jakarta Makin Melonjak, Simak 7 Tips untuk Mencegah Penularannya

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved