Breaking News:

Pembelajaran Tatap Muka

Hasil Evaluasi Uji Pembelajaran Tatap Muka di Depok Diputuskan 5 Juli 2021

Kepastian pembelajaran tatap muka (PTM) di Kota Depok disaat kondisi Covid-19 yang tengah melonjak drastis bakal segera diputuskan.

Penulis: Dwi Putra Kesuma | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/DWI PUTRA KESUMA
Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana, saat dijumpai wartawan di Balai Kota Depok, Selasa (22/6/2021).   

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS - Kepastian pembelajaran tatap muka (PTM) di Kota Depok disaat kondisi Covid-19 yang tengah melonjak drastis bakal segera diputuskan.

Meski belum ada keputusan final, Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Depok, Dadnag Wihana, mengatakan, pihaknya akan melihat kondisi perkembangan Covid-19 setelah tanggal 15 Juli 2021 mendatang.

"Untuk PTM nanti setelah 5 Juli. Nanti tanggal 5 Juli insya Allah kami formulasikan berdasarkan evaluasi sekarang," ujar Dadang di Balai Kota Depok, Pancoran Mas, Selasa (22/6/2021).

"Bila melihat tren pada anak yang cukup tinggi, lalu bagaimana zonasi nanti baru nanti kita putuskan," timpalnya.

Dadang menjelaskan, bila melihat kondisi Covid-19 yang tengah melonjak drastis saat ini, maka kemungkinan kegiatan belajar akan tetao berlangsung secara daring.

"Kalau dalam posisi hari ini praktis sekolah dilaksanakan daring. Jadi kalau seandainya pada posisi tanggal 18 Juli sama posisinya dengan hari ini maka kemungkinan besar sekolah itu dilaksanakan secara daring. Kalau 5 Juli itu kan persiapan PTM" jelasnya.

Sebelumnya, Dadang juga berujar bahwa tren kasus anak dan remaja usia sekolah tengah meningkat di Kota Depok.

Baca juga: Tempat Tidur Ruang ICU dan Tempat Isolasi Rumah Sakit di Depok Sudah Terisi 100 Persen

Baca juga: Jubir Satgas Covid-19: Belum Ada Temuan Varian Baru Covid-19 di Depok

Secara total, sejak awal pandemi sudah ada 10.634 kasus anak dan remaja yang terpapar Covid-19.

"Memang saat ini untuk secara total dari mulai kasus sampai hari ini sudah mencapai 10.634 kasus atau 19,23 persen dari total kasus," ujarnya.

"Tentunya ini cukup tinggi ini anak dan remaja," timpalnya lagi.

Hasil tracing yang dilakukan pihaknya, Dadang berujar didapati bahwa banyak anak di Kota Depok yang terpapar oleh orang tuanya.

Sementara untuk remaja, hasil tracing menunjukan bahwa mereka terpapar akibat aktivitas kumpul-kumpul (nongkrong) tanpa memperhatikan protokol kesehatan. (*)

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved