JPU Minta Majelis Hakim Tolak Eksepsi Mafia Tanah 45 Hektare di Tangerang

Sidang lanjutan mafia tanah di Kecamatan Pinang, Kota Tangerang kembali digulir di Pengadilan Negeri Tangerang.

Penulis: Ega Alfreda | Editor: Wahyu Septiana
TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA
Seorang warga terdampak, Uto Sayuto yang lahannya terseret sengketa 45 hektare oleh mafia tanah di kawasan Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, Senin (21/6/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Sidang lanjutan mafia tanah di Kecamatan Pinang, Kota Tangerang kembali digulir di Pengadilan Negeri Tangerang.

Dalam sidang ketiga ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) meminta Majelis Hakim menolak eksepsi yang dilayangkan terdakwa.

Sebelumnya, pada sidang kedua Senin (14/6/2021) digelar agenda pembelaan oleh tim kuasa hukum dari DM (48) dan MCP (61) kepada majelis hakim.

Namun di agenda sidang ketiga kali ini, beragendakan tanggapan Jaksa Penuntut Umum yang digelar secara virtual.

Dalam persidangan ini JPU meminta eksepsi yang diajukan tim kuasa hukum terdakwa dapat ditolak.

"Yang pada intinya kami meminta majelis hakim yang terhormat untuk menolak eksepsi terdakwa," kata JPU Adib Fachri Dilli, Senin (21/6/2021).

Baca juga: HUT ke-494 DKI Jakarta, Wali Kota Bekasi Ucapkan Terima Kasih ke Gubernur Anies Baswedan

Selain itu dia juga meminta kepada Majelis Hakim untuk dapat melanjutkan persidangan kasus mafia tanah seluas 45 hektare di Pinang.

"Kemudian melanjutkan sidang atas terdakwa," sambungnya.

Sementara itu Ketua Majelis Hakim mengatakan akan mengundur sidang selama dua pekan.

"Melihat situasi saat ini sedang tidak baik sidang ini kita tunda dua minggu ya kita nanti akan buka kembali persidangan Senin tanggal 5 Juli," tutup Ketua Majlis Hakim. 

Baca juga: Inilah Bacaan Sholawat Nariyah dan Sholawat Tibbil Qulub, Simak Juga Artinya

Seorang warga terdampak, Uto Sayuto mengaku mengapresiasi langkah JPU dalam menolak eksepsi yang diajukan tim kuasa hukum.

"Kami berharap hakim untuk menolak eksepsi ini. Kami sebagai masyarakat mengapresiasi hal tersebut. Bahwa eksepsi pengacara dari Darmawan itu dapat di tolak," kata Uto saat dijumpai di depan ruang sidang.

Menurut dia jika tidak di tolak nantinya dapat mengecewakan masyarakat.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved