Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di DKI

Tekan Penyebaran Covid-19, Pembatasan Mobilitas Mulai Berlaku di Jalan Boulevard Raya Kelapa Gading

Suku Dinas Perhubungan Jakarta Utara turut terlibat dalam pembatasan mobilitas masyarakat di Jalan Boulevard Raya Kelapa Gading,

Penulis: Gerald Leonardo Agustino | Editor: Wahyu Aji
Tekan Penyebaran Covid-19, Pembatasan Mobilitas Mulai Berlaku di Jalan Boulevard Raya Kelapa Gading
ISTIMEWA
Pembatasan mobilitas di Jalan Boulevard Raya Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, KELAPA GADING - Suku Dinas Perhubungan Jakarta Utara turut terlibat dalam pembatasan mobilitas masyarakat di Jalan Boulevard Raya Kelapa Gading, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Pembatasan mobilitas yang digelar sejak Senin (21/6/2021) kemarin dalam rangka menekan laju penyebaran Covid-19.

Kasudin Perhubungan Jakarta Utara Harlem Simanjuntak mengatakan, pembatasan mobilitas di Jalan Boulevard Raya Kelapa Gading itu diberlakukan baik bagi para pengguna jalan.

"Baik orang yang melintas ataupun toko-toko, semua harus menghentikan aktivitasnya setelah jam 20.00 WIB atau jam 8 malam ke atas," ucap Harlem, Selasa (22/6/2021).

Dalam prosesnya, petugas gabungan Tiga Pilar Jakarta Utara terlibat membatasi mobilitas pengguna jalan.

Di Jalan Boulevard Raya Kelapa Gading, petugas juga sudah memasang separator serta papan informasi yang berisi imbauan pembatasan mobilitas per pukul 21.00 WIB-4.00 WIB.

Baca juga: Deretan Foto Hari Pertama Penyekatan di Jalan Kemang Raya Jaksel, Sejumlah Pengendara Kebingungan

Baca juga: Deretan Foto Anies Sidak Kafe di Kemang, Temukan Banyak Pelanggaran, Satu Kafe Didenda Rp50 Juta

Harlem menambahkan, ada pengecualian-pengecualian terkait siapa saja yang boleh melintas selama pembatasan dilakukan.

Ada beberapa pengecualian yang diberlakukan dalam pembatasan tersebut, salah satunya untuk penghuni permukiman yang melewati akses Jalan Boulevard Raya Kelapa Gading.

Selain itu, pengguna jalan yang dalam perjalanan terkait kepentingan kesehatan juga diperbolehkan melintas.

"Seperti hendak ke rumah sakit, ke apotek, dapat melintas. Seandainya ada hotel di lokasi tersebut juga diperbolehkan," kata Harlem.

"Yang terakhir mobilitas untuk keadaan darurat seperti pemadam kebakaran, kepolisian, ambulan ataupun TNI-Polri juga termasuk hal yang dikecualikan," tutup Harlem. (*)

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved