Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di DKI

Waspadai Lonjakan Kasus Tak Bisa Diprediksi, Jakarta Timur Berencana Buka RS Khusus Pasien Covid-19

Pemkot Jakarta Timur berencana membuka satu rumah sakit (RS) khusus pasien Covid-19 guna menghadapi penambahan kasus

Penulis: Bima Putra | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH AUDINA
Kasudin Kesehatan Jakarta Timur, Indra Setiawan di lokasi vaksinasi lansia Kelurahan Pondok Kopi, Duren Sawit, Jakarta Timur, Senin (8/3/2021) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, PULOGADUNG - Pemkot Jakarta Timur berencana membuka satu rumah sakit (RS) khusus pasien Covid-19 guna menghadapi penambahan kasus warga terkonfirmasi setelah libur Idulfitri 1442 Hijriah.

Kepala Sudin Kesehatan Jakarta Timur Indra Setiawan mengatakan rencana RS khusus Covid-19 tersebut dilakukan dengan cara mengalihkan fungsi pelayanan pasien umum satu RS besar.

"Tidak menutup kemungkinan ada wacana salah satu rumah sakit besar kita akan dibuat rumah sakit full Covid-19. Kami secara bertahap mengurangi kunjungan dari pasien atau warga yang berobat umum," kata Indra di Pulogadung, Jakarta Timur, Selasa (22/6/2021).

Rencana tersebut bakal terwujud bila penambahan jumlah kasus warga terkonfirmasi Covid-19 yang tidak kunjung menurun dan kapasitas kamar di RS rujukan Covid-19 atau tempat isolasi khusus penuh.

Tidak hanya kapasitas RS rujukan di Jakarta Timur seperti RS Polri Kramat Jati, kapasitas kamar di RS Darurat Wisma Atlet, Jakarta Pusat kini nyaris penuh karena banyaknya warga terkonfirmasi.

"Akhir-akhir ini kebutuhan tempat tidur semakin meningkat karena kita lihat dengan kasus yang semakin meningkat. Dari datanya itu kasus bergejala yang memang membutuhkan perawatan di rumah sakit  juga semakin meningkat," ujarnya.

Baca juga: Kasus Covid-19 DKI Tembus 5.000 Kasus per Hari, Anies Tambah 34 RS Rujukan

Baca juga: 31 Lokasi Isolasi Mandiri di Jakarta, Cek Juga Kriteria Pasien Covid-19 Perlu Dibawa ke RS

Indra menuturkan penambahan kasus terkonfirmasi Covid-19 di Jakarta Timur tampak dari yang sebelumnya hanya berkisar ratusan kasus per hari kini melonjak hingga ribu 1.000 per hari.

Penambahan jumlah tersebut akumulasi dari hasil penelusuran 10 Puskesmas Kecamatan di Jakarta Timur yang merupakan kota paling luas dan padat penduduk se-DKI Jakarta.

"Kalau di Jakarta Timur sebelumnya per hari 150 sampai 200 kasus baru, tapi lima hari ini kita di atas seribu penambahan kasus baru. Beberapa rumah sakit sudah melakukan penambahan tempat tidur," tuturnya. (*)

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved