Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di Tangerang

Cegah Klaster Perkantoran, Wali Kota Tangerang Minta Semua Sektor Usaha Melakukan WFH

Pemerintah Kota Tangerang meminta seluruh sektor usaha untuk kembali menerapkan peraturan work from home (WFH).

Penulis: Ega Alfreda | Editor: Wahyu Septiana
ISTIMEWA
Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah saat memimpin Rapat Koordinasi Penanganan Covid-19 secara daring bersama seluruh kepala OPD Pemkot Tangerang, Rabu (23/6/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Pemerintah Kota Tangerang meminta seluruh sektor usaha untuk kembali menerapkan peraturan work from home (WFH).

Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah mengatakan apa bila terpaksa melakukan work from office (WFO) harus dioptimalkan.

TONTON JUGA

Hal itu untuk mengurangi resiko penularan Covid-19 dan menghindari klaster perkantoran.

"Supaya tidak muncul klaster perkantoran, karena kasusnya terus bertambah," kata Arief dalam keterangannya, Rabu (23/6/2021).

Ia menambahkan, OPD Pemkot Tangerang harus lebih proaktif dalam melakukan pengawasan di sektor-sektor yang menjadi tanggung jawabnya.

Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah saat dijumpai di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang soal vaksinasi massal, Selasa (15/6/2021).
Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah saat dijumpai di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang soal vaksinasi massal, Selasa (15/6/2021). (TribunJakarta.com/Ega Alfreda)

"Misalnya, Disnaker pantau langsung ke perusahaan atau pabrik, bagaimana pelaksanaan prokes di tempat kerjanya," perintah Arief.

Dirinya juga meminta agar sektor pelayanan publik di Kota Tangerang dapat memaksimalkan sistem daring dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Baca juga: Update Covid-19 di Depok: Terkonfirmasi 56.345, Kasus Aktif 5.449, Sembuh 49.869, Meninggal 1.027

Baca juga: Cita-cita Mulia Bocah 7 Tahun Urus Ibunya yang Depresi di Gubuk Reyot, Sang Ayah Menghilang

Baca juga: Penumpang Disampingnya Mendadak Kejang Lalu Meninggal, Sopir Angkot di Bekasi: Bang Udah Sampai

"Contohnya administrasi kependudukan, sebisa mungkin cukup pakai aplikasi saja. Selain mengurangi jumlah warga yang datang ke kantor juga untuk membantu mengurangi mobilitas," ungkapnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved