Antisipasi Virus Corona di DKI

Wagub DKI Klaim Pihaknya Sudah Terapkan Rem Darurat di Jakarta

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menegaskan, pihaknya sudah mengambil kebijakan rem darurat guna menekan angka penularan Covid-19

TribunJakarta.com/Annas Furqon Hakim
Permukiman warga di Jalan Madrasah, RT 06/RW 01 Kelurahan Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan masih memberlakukan mikro lockdown pada Senin (21/6/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menegaskan, pihaknya sudah mengambil kebijakan rem darurat guna menekan angka penularan Covid-19.

Rem darurat dituangkan lewat sejumlah kebijakan pengetatan yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta.

“Kan sudah (tarik rem darurat), atau apalah namanya pembatasan. Jam operasional diperketat, kapasitas dikurangi, itu kan bagian dari rem darurat,” ucapnya, Rabu (23/6/2021).

Adapun jam operasional mal atau pusat perbelanjaan yang sebelumnya diizinkan hingga 21.00 WIB, kini hanya boleh buka sampai pukul 20.00 WIB.

Kemudian, makan di restoran kini hanya diperbolehkan 25 persen kapasitas. Padahal, kapasitas yang diizinkan sebelumnya mencapai 75 persen.

Kebijakan bekerja di rumah atau work from home (WFH) yang tadinya 50 persen, sekarang menjadi 25 persen di lokasi zona merah.

Uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) yang dilaksanakan di 226 sekolah pun saat ini dihentikan untuk sementara.

Seluruh tempat ibadah hingga tempat wisata yang berada di zona merah juga tidak diizinkan untuk dibuka.

“Kita pasti lakukan (rem darurat) untuk mengurai aktivitas dan mobilitas. PPKM Mikro kita perketat,” ujarnya di Balai Kota Jakarta.

Baca juga: Pemprov DKI Berencana Perluas Ruas Jalan yang Ditutup Saat Jam Malam

Baca juga: Gawat! 23 Kelurahan di Kota Tangerang Masuk Zona Merah Penyebaran Covid-19

Baca juga: Euro 2020 - Menanti Hasil Akhir Grup Neraka, Tiga Tim Berupaya Lolos dari Fase Penyisihan

Sebagai informasi, kondisi penyebaran Covid-19 di DKI Jakarta beberapa pekan terakhir makin mengkhawatirkan.

Penambahan kasus harian pun mencatatkan rekor baru pada Minggu (20/6/2021) kemarin, di mana ada 5.582 warga DKI yang dilaporkan terpapar Covid-19.

Seiring dengan lonjakan kasus yang terjadi, kapasitas rumah sakit rujukan Covid-19 di DKI Jakarta terus menipis.

Data dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta, tingkat keterisian tempat tidur isolasi RS rujukan Covid-19 di ibu kota mencapai 90 persen.

Sedangkan, tingkat keterisian ruang Intensive Care Unit (ICU) berada di angka 81 persen.

Padahal, Pemprov DKI Jakarta sudah menambah RS rujukan Covid-19 menjadi 140 dari sebelumnya hanya 106 rumah sakit. 

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved