Breaking News:

Menko Airlangga: Insentif Program Kartu Prakerja Telah Disalurkan ke 2,6 Juta Penerima

Hingga 14 Juni 2021 tercatat bahwa pemerintah telah menyalurkan intensif bagi Program Kartu Prakerja sebesar Rp 5,59 triliun

Editor: Muhammad Zulfikar
Istimewa
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian yang juga Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Airlangga Hartarto dalam pembukaan kegiatan Sosialisasi Penguatan Wirausaha Alumni Program Kartu Prakerja Melalui Pembiayaan KUR Platform Perbankan Mitra Program Kartu Prakerja, Kamis (8/4/2021). 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto yang juga Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) mengungkapkan, hingga 14 Juni 2021 tercatat bahwa pemerintah telah menyalurkan intensif bagi Program Kartu Prakerja sebesar Rp 5,59 triliun.

“Yang telah menerima insentif sekitar 2,6 juta tentu ini diharapkan bisa menjadikan pelajaran bagi mereka untuk bisa masuk ke lapangan kerja kemudian,” kata Menko Airlangga pada webinar Dies Natalis Perbanas Institute secara daring di Jakarta, Rabu (23/6/2021).

Menko Airlangga mengatakan, program tersebut akan terus berjalan hingga akhir tahun 2021 sesuai dengan harapan pemerintah untuk mengurangi angka pengangguran dan mendukung wirausaha lokal.

“Dimana program tersebut sudah berhasil mengubah sekitar 17 persen pengangguran menjadi para wirausahawan,” ujar Menko Perekonomian ini.

Dalam kesempatan tersebut, Menko Airlangga memaparkan anggaran dana untuk Program Kartu Prakerja di semester I-2021 ini mencapai Rp10 triliun.

Baca juga: Giveaway Berhadiah Total Rp 250 Juta Bagi Peserta Kartu Prakerja Gelombang 12-17, Tertarik?

Baca juga: Pengelola Kartu Prakerja Angkat Bicara Kabar Ada Jasa Penukaran Sisa Saldo Prakerja Bisa Diuangkan

Dari anggaran tersebut, para calon penerima manfaat akan mendapatkan bantuan pelatihan Rp 1 juta, intensif pasca pelatihan Rp2,4 juta serta intensif pasca survei Rp 150 ribu. Manfaat tersebut nantinya bakal digunakan untuk meningkatkan skill dan kemampuan para pekerja.

Menanggapi hal tersebut, Ekonom Center of Reform on Economics Indonesia (Core) Yusuf Rendy Manilet menyambut baik jumlah penerima Program Kartu Prakerja yang mencapai 2,6 juta pada semester I di tahun 2021. Ia menyebut jumlah ini menunjukkan masih banyak masyarakat yang masih membutuhkan program ini untuk melewati pandemi Covid-19.

“Karena harus kita akui program bantuan yang diberikan pemerintah di masa pandemi memiliki celah yang tidak tepat sasaran. Dan Program Kartu Prakerja ini hadir tidak hanya meningkatkan skill tetapi juga membantu masyarakat untuk survive melewati pandemi dengan memanfaatkan insentif dan pelatihan yang dimiliki bahkan menciptkan lapangan kerja,” ujar Yusuf.

Menurut Yusuf, program Kartu Prakerja perlu dilanjutkan untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah pandemi.

“Saya kira jika kita melihat jumlah kasus aktif kasus Covid-19 yang meningkat. Pemerintah perlu mempertahankan sejumlah bantuan kepada masyarakat. Termasuk Kartu Prakerja. Karena penciptaan lapangan kerja belum kembali seperti sebelum terjadinya pandemi bahkan sektor yang menyerap tenaga kerja di industri manufaktur masih relatif kecil," ungkapnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved